oleh

Aksi Tunggal Persoalkan Kenaikan BBM

….kedatangan saya hanya diterima oleh gedung dan satu staf Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau, yakni Kasubag Perundang-undangan. Saya 1.000 kali merasa kecewa dan mengecam sikap Dewan…

Koordinator GSUU Lubuklinggau-Musi Rawas-Muratara, Herman Sawiran

LINGGAU POS ONLINE, PETANANG ILIR – Koordinator GSUU Lubuklinggau-Musi Rawas-Muratara, Herman sawiran menepati janjinya melakukan aksi tunggal. Aksi ini dilakukannya, untuk mengkritiki kenaikan BBM yang dinilainya tidak dilakukan secara transparan, Rabu (11/4).

Aksi tunggal dengan tema keprihatinan nasional ini, dilaksanakan di empat lokasi. Simpang RCA Kelurahan Jawa Kanan SS, Kantor Kejaksaan, Pertamina dan Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, di Kelurahan Petanang Ilir Kecamatan Lubuklinggau Utara 1.

Herman Sawiran menegaskan, aksi ini mendesak pemerintah dan DPRD memanggil pihak pertamina, menanyakan apa penyebab kenaikan BBM yang tidak diumumkan. Lalu mengapa masih ada SPBu di Lubuklinggau, yang tidak buka 24 jam.

Dalam aksinya, ia juga membagikan selebaran yang berisi tuntutannya.

Yakni Mendesak Presiden RU untuk memberikan kesejukan kondisi bangsa saat ini, untuk tidak kembali menaikan harga BBM tanpa aturan. Mendesak Pemkot Lubuklinggau memanggil pihak pertamina untuk mengetahui dasar kenaikan BBM secara nasional, dan kenapa tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Mendesak Ketua DPRD Kota Lubuklinggau dan seluruh anggotanya untuk peran aktif menjalankan tugas, selaku pengawas eksekutif. Terakhir, mendesak peran serta umat beragama, tokoh masyarakat, alim ulama, negarawan dan mahasiswa untuk menciptakan kondisi aman dan damai melalui saling hormat menghormati hak-hak yang dilindungi Undang-Undang dan menjunjung tinggi Pancasila.

Di Pertamina, Herman Sawiran diterima langsung oleh Operation Head Pertamina Terminal BBM Lubuklinggau, Suhendra. Di sana ia kembali meminta penjelasan kepada pihak pertamina, mengapa ada kenaikan BBM tanpa pemberitahuan. Lalu, kenapa masih ada SPBU yang buka 24 jam.

“Kota Lubuklinggau saat ini sudah menjadi kota transit, BBM sudah menjadi kebutuhan. Lalu kenapa saat ini ada kenaikan, dilakukan secara diam-diam,” tegasnya.

Di kantor DPRD Kota Lubuklinggau, Herman Sawiran harus menahan kecewa. Lantaran tidak ada satu pun dari 30 anggota DPRD sekaligus Sekwan DPRD Kota Lubuklinggau yang hadir. Hanya diterima oleh Kasubag Perundang-undangan, Ferdy Ostian.

“Ini kantor sudah seperti rumah hantu. Setiap saya aksi, anggota DPRD-nya workshop. Padahal saya ingin menyampaikan aspirasi. Kalau begini bagaimana saya mau menyampaikan aspirasi. Kedatangan saya hanya diterima oleh gedung dan satu staf Sekwan, yakni Kasubag Perundang-undangan. Saya 1.000 kali merasa kecewa dan mengecam sikap Dewan,” teriaknya, sambil memasuki ruang gedung DPRD.

Harusnya dilanjutkannya, memasuki tahun politik anggota DPRD tahu diri. Apa yang sudah mereka perbuat selama empat tahun ini. Jelaskan mengenai proyek aspirasi mereka.

“Belum pernah saya melihat mereka, mengawasi proyek. Melihat apakah pembangunan dilaksanakan secara benar. Kenapa saya selaku aktivis yang harus menyampaikan aspirasi bukan mereka, selaku anggota dewan. Untuk itu saya katakan, saya akan kembali untuk menyampaikan aspirasi saya hari ini,” tegasnya. (13)

Rekomendasi Berita