oleh

Akibat Teledor, Pencairan DD Tahap II Terhambat

LINGGAU POS ONLINE, MURATARA – Dikarenakan keteledoran kepala desa yang lambat menyampaikan laporan realisasi Dana Desa (DD) tahap Pertama, Bahkan terhitung November dari jumlah desa secara keseluruhan sebanyak 82 desa, namun baru 62 desa yang sudah menyerahkan laporannya ke Badan Keuangan Daerah (BKD),

Artinya dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Muratara yakni sebanyak 82 desa, masih 20 desa yang belum menyampaikan laporan realisasi DD tahap pertama. Keterlambatan tersebut.
Sehingga berdampak pada pencairan DD tahap kedua 40 %.

“Hingga sekarang baru 62 desa dari 82 desa yang melaporkan realisasi DD tahap pertama dan tinggal 20 desa yang belum melapor. Mayoritas desa yang belum melaporkan itu yakni Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Ulu Rawas,” ungkap Kepala Badan Keuangan Kabupaten Muratara, Duman Faschal melalui Kabid Anggaran, Izhar Rusdi.

Menurutnya dengan keterlambatan tersebut tentunya berdampak pada pencairan DD tahap kedua 40 %. Karena syarat untuk mengajukan pencairan DD tahap II harus melapor DD tahap pertama dan bahkan pihaknya merasa kasihan dengan desa-desa yang lain karena menunggu pencairan tahap II.

“Untuk pencairan DD tahap II, syaratnya harus melapor realisasi DD tahap I. Dengan adanya desa yang belum melapor tentunya akan memperhambat pengajuan dan kita kasihan dengan desa yang sudah lama melapor, tapi mau bagaimana lagi karena pihak Pusat meminta pengajuannya secara keseluruhan desa dan tidak bisa pengajuannya kurang dari jumlah desa yang ada,” sebutnya.

Izhar menjelaskan penyerapan DD sudah mencapai 78,02 %. Sedangkan pencapaian output 63,19 %.

Ketika ditanya kapan batas waktu pengajuan DD tahap II? Izhar menjelaskan kalau untuk batas waktu pengajuan DD tahap II itu Oktober dan sekarang November.

“Kalau untuk realisasi DD tahap II pada dasarnya hanya pemberdayaan saja, sedangkan fisik sudah masuk di DD tahap pertama 60 %,” katanya.

Dirinya menghimbau kepada desa yang belum melapor secepatnya dapat melapor, karena ini sudah November dan tinggal satu bulan lagi.

“Ini sudah mendesak karena tinggal satu bulan lagi, dan juga kasihan dengan desa lain sudah lama menunggu,” imbaunya.(07)

Komentar

Rekomendasi Berita