oleh

“Akhirnya Kami Punya Motor!”

Buruh Cuci Terharu Dapat Hadiah Utama

Vivi Vefriyanti warga Jalan Karya II No.113 RT 06, Kelurahan Ceremeh Taba, Kecamatan Lubuklinggau Timur II nyaris menitikkan air mata. Ia tidak menyangka bisa mendapatkan sepeda motor, setelah mengikuti Senam Massal Bersama Linggau Pos dan Luwak White Koffie, Minggu (4/8).

Laporan Riena Fitriani Maris, Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE – Tangan Vivi tiba-tiba gemetar saat mendengar MC Senam Massal Iqbal berteriak menyebut nama suaminya, Heriyanto.

Vivi makin gemetar, sebab MC meneriakkan Heriyanto mendapat doorprize hadiah utama satu unit sepeda motor.

Ia yang tadinya duduk jauh di depan panggung, lalu berlari sebisanya ke aras MC di panggung.

Usai menerima hadiah, Vivi menceritakan ia berangkat dari rumah dengan sangat berharap menjadi pemenang hadiah utama. Mengingat, Vivi dan suami beserta tiga anaknya ini belum memiliki sepeda motor.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit, suami bekerja sebagai buruh harian lepas atau buruh bangunan dengan gaji Rp500 per minggu serta ia sendiri hanya sebagai buruh cuci yang dibayar Rp30 ribu-Rp50 ribu per hari, cukup sulit bagi mereka untuk memiliki motor. Untuk itu, besar harapannya, untuk ikut acara senam massal ini dan pulang membawa sepeda motor.

Harapannya dikabulkan, saat undian ke lima untuk pemenang hadiah utama sepeda motor kupon dengan nama suaminya dipanggil.

“Sangat tidak menyangka, dan sangat mengucapkan terima kasih. Khususnya untuk Luwak White Koffie dan Harian Pagi Linggau Pos. Setelah ini, kami punya motor,” ungkap ibu kelahiran 21 Februari 1980 ini.

Ia menceritakan, mendapat informasi mengenai acara Senam Massal ini dari temannya yang bekerja di Puskesmas Taba. Ia pun tertarik setelah mendengar hadiah utamanya, dan membeli mendaftarkan diri untuk tiga orang, suaminya, ia sendiri dan anaknya.

“Nyaris tidak jadi pergi karena tidak ada kendaraan, untungnya ada tetangga yang kebetulan masih keluarga meminjamkan motor mereka, sehingga kami bisa berangkat. Dan ini pertama kalinya menang undian meskipun sering ikut. Kebetulan sebelumnya kalau ikut biasnya tidak sampai habis, yang kali ini kami tunggu sampai habis. Ya harapannya pulang bawa motor. Suami kerja biasanya numpang sama temanya, sekarang bisa bawa motor sendiri,” jelasnya.

Ia mengaku, untuk sekali ini punya feeling untuk memenangkan hadiah.

“Kalau mimpi memang tidak ada. Tetapi biasanya kita pulang cepat, tapi kali ini anak belum mau pulang dan kekeh mau menunggu sampai pengumuman selesai. Ternyata belum selesai nama bapaknya sudah dipanggil. Sekali lagi, kami sangat bersyukur, dan berharap semua yang membuka jalan kami untuk menerima hadiah ini diberikan balasan dan keberkahan dari tuhan,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita