oleh

Akhir Oktober Masuk Musim Penghujan

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Akhir Oktober 2018 memasuki musim penghujan. Prediksi ini disampaikan Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II, Benny kepada Linggau Pos, Kamis (11/10).

Di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terdapat lahan gambut dikhawatirkan dapat membakar lahan, yakni di Kecamatan Megang Sakti, Kecamatan Muara Kelingi, Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan BTS Ulu.

Beny mengatakan saat ini di Palembang sudah mulai hujan. Dan Kota Lubuklinggau memang daerahnya daratan tinggi, artinya pengaruh lokal sangat kuat.

“Saat ini, perkiraan cuaca di Kabupaten Mura dan sekitarnya terjadi suhu 23-33 derajat celcius dan terjadi kelembaban cuaca 60-100 derajat,” kata Beni.

Menurut Beni, dalam dua hari ini kedepan pada pagi hari akan terjadi udara kabut dan sore hari akan terjadi hujan lokal.

“Sebagian besar saat ini wilayah Sumsel sudah masuk musim peralihan dan diperkirakan akan musim hujan terjadi pada akhir Oktober 2018 nanti,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol mengatakan dengan kondisi ini pihaknya akan lebih intens dan bersiaga penuh dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ia menambahkan datangnya musim kemarau tentu salah satu bencana dikhawatirkan Karhutla, baik dari pembakaran pembukaan lahan baru oleh warga ataupun dari pihak perusahaan.

“Persiapan yang kita lakukan dengan membentuk Posko dan monitor di lapangan. Serta membuat imbauan kepada Camat, dan Kades agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Paisol.

Disamping membentuk posko pihaknya juga akan mempersiapkan sarana. Diantaranya empat armada kendaraan roda empat dan tiga unit sepeda motor. Serta peralatan pemadam lahan hutan dengan menyiagakan 30 orang personel yang siap terjun 24 jam.

Disamping itu, Kepala Damkar dan BPBD Kota Lubuklinggau, Kgs Effendy Fery mengungkapkan tercatat sepanjang tahun 2018, ada 42 rumah kasus kebakaran. Dari data tersebut, didominasi kebakaran lahan.

Bahkan beberapa bulan terakhir ini, ditegaskan Fery sapaan akrabnya, hampir setiap hari ada laporan kasus kebakaran lahan. Dan mayoritas disebabkan kelalaian masyarakat yang membuang puntung rokok di lahan yang kering.

“Karena masuk musim kemarau, kebakaran lahannya lebih cepat,” jelas Fery.

Untuk itu, BPBD Kota Lubuklinggau gencar memberikan imbauan kepada warga, baik melalui media sosial, media massa maupun secara langsung ketika ada kegiatan.

“Terutama dengan Ketua RT, Lurah maupun Camat. Karena kalau mau melaksanakan sosialisasi kita masih keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD juga saat ini sedang gencar door to door ke pemilik Ruko mengenai kepemilikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kedepan BPBD akan melakukan inovasi dengan membentuk group WA untuk seluruh Ketua RT di Kota Lubuklinggau. Inovasi ini mereka pelajari dari BPBD Jakarta.

“Tujuanya ya untuk mempercepat koordinasi, serta pelayanan,” tegasnya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Muratara, Zulkifly saat dibincangi menjelaskan, kasus kebakaran lahan di Muratara akhir-akhir ini mulai menurun. Meskipun saat ini diakui Zulkifly, tengah memasuki musim kemarau.

Diakuinya, sulit untuk menghilangkan kebiasaan warga untuk tidak membakar saat membuka lahan. Namun ini satu-satunya pilihan mereka, karena terbilang murah.

“Ya saat ini perlahan-lahan kita lakukan pendekatan, kalaupun diharuskan membakar lahan jangan sampai menimbulkan titik hot spot,” jelasnya. (rfm/dlt)

Rekomendasi Berita