oleh

Ajari Guru Tentang Seni Melipat Kertas

 Ratusan Kepala TK/RA Hadiri Acara Faber Castell

Selasa (22/1), Faber Castell sukses menggelar kegiatan seminar dan Workshop dengan tema “Seni Melipat Kertas sebagai Media Belajar yang Menyenangkan”. Ratusan guru dan kepala TK/PAUD/RA se-Kota Lubuklinggau hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Burza Lubuklinggau itu.

Laporan Qori Musdhalifah, Lubuklinggau

PRODUCT Manager PT Faber-Castell lntemational Indonesia, Richard Panelewen melalui Area Promotion Coordination Wilayah Sumbagsel Faber Castell, Safrida kegiatan ini penting untuk membangun kreativitas guru,sehingga nantinya diharapkan guru juga mampu membangun kreativitas anak didiknya sejak usia dini.

Tanpa disadari bahwa dengan kreativitas, membuat manusia lebih produktif, meningkatkan kualitas hidup serta bisa mempermudah mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan, hal itu diungkapkan pada workshop guru yang diadakan Faber-Castell hari ini, Selasa (22/1).

Selain itu, lanjut Ibu Dedek (sapaan Safrida) di dalam sebuah riset yang diadakan salah satu produsen elektronik terkemuka dunia. 1.500 CEO/Pemimpin Perusahaan mengungkapkan bahwa kunci untuk menjadi sukses dalam berbisnis, adalah kreativitas. Dan salah satu cara untuk membangun kreativitas adalah melalui kegiatan berkesenian. Untuk itu Faber-Castell mendorong tumbuhnya generasi kreatif di Indonesia melalui kampanye #Art4All, di mana seni dapat dinikmati oleh semua jenis umur tanpa batasan, dan salah satu bentuk program #Art4All adalah melalui kegiatan workshop guru ini.

Dedek juga menjelaskan dalam workshop ini, para guru nantinya diajak untuk lebih kreatif dengan seni melipat kertas atau lebih dikenal dengan kerajinan Origami. Istilah Origami yang dalam bahasa Jepang, memiliki perpaduan kata ‘an” yang berarti lipat, dan ‘gami’ yang berarti kertas, sudah dikenal lama dalam kebudayaan masyarakat ‘l” Tiongkok, dan pertama dikenalkan pada tahun 105 Masehi oleh Ts’ai Lun.

Namun seni melipat ini berkembang sangat cepat di Jepang, dan menjadi kebudayaan di negeri matahari terbit tersebut, hingga dunia mengidentikkan kesenian Origami sebagai salah satu kebudayaan masyarakat Jepang.

Berkesenian Origami dipercaya memiliki manfaat, dapat meningkatkan kemampuan berpikir, menumbuhkan kreativitas, dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus sejak dini, melatih kemampuan spasial dan proposional hingga peserta didik nantinya dituntut untuk belajar menemukan solusi.

“Dengan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari berkesenian Origami; menginspirasi Faber-Castell untuk mengajak Bapak lbu pengajar khususnya di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di Kota Lubuklinggau hari ini, untuk ikut terlibat dalam workshop guru, yang mana juga diadakan di beberapa kota/kabupaten lainnya,”ungkapnya.

Menurut Dedek, peranan guru menjadi sangat penting dalam mendorong kreativitas anak itu karena keseharian anak lebih banyak dihabiskan dalam lingkup lingkungan pendidikan, dan guru merupakan garda terdepan dalam pendidikan oleh karena itu Faber-Castell mendorong keterlibatan guru untuk lebih kreatif sehingga hal tersebut pada akhirnya bisa disalurkan kepada murid.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, kegiatan serupa akan dilaksanakan di lima kota lainnya. Mulai dari Bengkulu pada 21 Januari dan berlanjut ke Lubuklinggau (22/1), Jambi (24/1), Palembang (26/1) dan ditutup di Bangka, pada 28 Januari 2018 mendatang, dengan menghadirkan pemateri Creative Development Faber-Castell, Maulidin Taufiq.

Di akhir, Dedek juga mengatakan kegiatan workshop guru di Kota Lubuklinggau adalah yang pertama kalinya dilaksanakan Faber Castell sebagai wujud apresiasi Faber Castell kepada guru-guru di Kota Lubuklinggau.

“Kita Faber Castell, orientasinya tidak hanya bisnis, melainkan kita juga mengedukasi para konsumen dan pengguna. Contohnya di setiap kemasan produk kita pasti ada selalu tutorial untuk berbagi tentang teknik ataupun edukasi untuk menggali dan meningkatkan kreativitas pengguna produk kita ini,” ungkapnya.

Selain itu, Dedek juga mengatakan selain berkualitas, produk Faber Castell juga aman untuk anak.

“Standar kita standar Eropa, tidak sembarang, dan ada beberapa kualifikasi yang sudah kita penuhi sehingga berkualitas dan safety. Untuk Cat sendiri terbuat dari bahan pewarna makanan dan air mineral yang pastinya aman bagi anak-anak,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita