oleh

Ajak Umat Perbanyak Syukur

Bupati Mura Gelar Bukber

Bupati Musi Rawas (Mura) menggelar Buka Bersama (Bukber) ratusan warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pegawai, Kamis (24/5). Acara yang penuh kekeluargaan itu diadakan di Rumah Dinas Pendopo Bupati Mura. Bagaimana pesan Bupati untuk masyarakat Mura?

Laporan Daulat, Musi Rawas

MENJELANG acara Bukber, ratusan tamu undangan antre mengambil wudhu, dan satu persatu menuju ruangan 10×20 meter di Rumah Dinas Pendopo Bupati Mura.

Pukul 18.06 WIB tamu undangan secara serentak berbuka. Mereka menikmati kudapan Bukber, dengan kurma, pisang cokelat dan teh kotak. Setelah itu, tamu undangan Salat Magrib berjamaah, lalu makan malam.

Tak lama setelah santap malam, jemaah lalu Salat Isya, dan menyimak tausiyah dari DR (Hc) KH Syaiful Hadi Maafi.

Momen kebersamaan dengan Bupati Musi Rawas (Mura), H Hendra Gunawan itu dihadiri Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro, Kepala Dinas ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Mura Burlian, dan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura.

Bupati Mura dalam sambutannya mengungkapkan keseukurannya bisa silaturahim dengan tamu undangan.

“Selama ini semuanya sibuk bekerja, untuk itu saya mengundang dalam acara malam Jumat safari ini, untuk mempererat silaturahim antara masyarakat dan pemerintah,” tutur Bupati, di hadapan hadirin.

Kegiatan Bukber itu, kata Bupati, akan jadi momen rutin setiap Ramadan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Musi Rawas terutama jemaah yang hadir untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surah Ibrahim Ayat 7 yang artinya, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’

Tafsir dari ayat tersebut, ada tiga hal yang harus dilakukan manusia ketika menerima nikmat Allah agar ia dipandang sebagai hamba yang bersyukur kepada-Nya. Pertama secara batiniah ia harus mengakui telah menerima nikmat dari Allah. Kedua secara lahiriah ia mengucapkan syukur atas nikmat itu. Ketiga ia harus menjadikan nikmat itu sebagai pendorong untuk lebih giat beribadah kepada Allah SWT.

Bila ketiga hal tersebut telah berpadu dalam diri seorang hamba, maka ia layak dikatakan sebagai hamba yang bersyukur kepada Allah.

Tiga hal tersebut sebenarnya perpaduan antara hati, lisan dan perbuatan. Hati menjadi media untuk merasakan dan meyakini bahwa Allah-lah yang telah memberikan nikmat itu, bukan yang lain. Hati senantiasa merasakan kebaikan Allah sehingga mengakui sifat-sifat Maha Luhur yang dimiliki-Nya. Pengakuan ini akan membuka pintu ke arah ma’rifatullah dan mahabbatullah. Lisan sebagai media untuk memuji kebaikan-Nya itu, sementara perbuatan merupakan transformasi kesyukuran itu yang tampak dalam bentuk ketaatan beribadah dan pencegahan diri dari segala macam bentuk kemaksiatan.

Bupati menjelaskan, Ramadan adalah bulan yang selalu dinantikan seluruh umat Islam, bulan yang selalu menjadi foundamental untuk meningkatkan amal ibadah, dan meraih derajat ketakwaan.

Sementara itu Kapolres Musi Rawas, AKBP Bayu Dewantoro selaku tamu undangan mengatakan, sangat menyambut baik dengan adanya acara ini. Dan sangat terlihat kebersamaannya baik antar masyarakat maupun pegawai Pemkab Mura.

“Saya mengucapkan selamat menjalankan bulan suci Ramadan, banyak-banyaklah beribada dan lakukan lah hal yang halal di bulan suci Ramadan ini,” tegas Bayu. (*)

Rekomendasi Berita