oleh

Air Temam Pusatnya Pembibitan Karet

AIR TEMAM – Sebagian warga Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I memiliki usaha pembibitan karet. Salah seorang dari mereka adalah Supri alias Abun.

Warga di RT 05 ini, memberdayakan warga sekitar untuk membantunya dalam membudidayakan pembibitan karet.

Usaha yang dibuka Supri, cukup membantu Yusita (35). Yusita ikut membantu Supri bagian pengisian tanah ke dalam polybag. Sehari ia bisa mengisi 500 Polybag. Per 100 buah, Yusita dapat upah Rp7.000 dari Supri.

Menurut Heri (58) salah satu pekerja di bagian pembibitan dan penyetekan menuturkan, ada beberapa proses pembuatan bibit karet yang berkualitas. Tahapan pemilihan dari bibit dipelihara untuk beberapa bulan sampai tiba saatnya untuk siap diokulasi. Setelah itu, persiapan lahan yang sudah diratakan untuk memudahkan penanaman bibit karet bagian bawah sedikit mendatar.

“Posisi bibit memengaruhi hasil, jika asal menanam, maka batang karet tidak akan sempurna, seperti membengkok. Ketika penyiraman air dan pemberian pupuk kurang dari 3x sampai 4x dalam seminggu. Proses ini membutuhkan waktu hingga 3 bulan sampai akhirnya bisa diokulasi,” jelas Heri.

Pembentukan okulasi yang baik ketika batangnya karet berwarna coklat kehitaman, dan daunnya berwarna hijau terang dengan ketinggian batang mencapai 6 – 10 Cm dan ketebalan bisa mencapai ½ sampai 1 Cm. setelah itu, batang baru bisa di pindah kedalam polybag menggunakan cangkul dan di bersihkan bagian batang bawahnya jika mengeluarkan getah.

Seluruh proses pembuatan bibit karet bisa mencapai 9 bulan sampai tahap penjualan, dengan harga Rp7.500 hingga Rp8.500 per polybag. (cw4/lik)

Rekomendasi Berita