oleh

Ahok Kurang Menjual dalam Pemilu 2019

JAKARTA – Pasca bebasnya Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, sejumlah pengamat politik dan akademisi berkomentar. Mantan gubernur DKI Jakarta ini dinilai tidak terlalu menguntungkan dalam politik saat ini. Tensi yang tinggi, serta pemilu yang sudah setengah jalan ini harus dilakukan dengan banyak pertimbangan.

Pengamat Politik Emrus Sihombing menyarankan agar Ahok jangan langsung terjun ke dunia politik. Bukan tanpa alasan. Di satu sisi, Ahok mempunyai pendukung setia yang disebut Ahokers. Tapi di sisi lain banyak juga masyarakat yang kontra kepada mantan Bupati Belitung tersebut.

Jika ahok masuk ke dalam salah satu parpol. Ada kemungkinan dukungan kepada parpol terjadi penurunan. Karena ada sebagian masyarakat yang menolak keberadaan Ahok di partai tersebut. Ahok bisa berpolitik dengan cara lain. tidak harus terjun ke parpol secara langsung, terangnya.

Lebih lanjut Emrus menyarankan agar Ahok lebih berfokus mengangkat isu kebangsaan, kemanusiaan, ataupun ekonomi melalui lembaganya yakni Ahok Center ketimbang harus masuk ke parpol.

Terlebih saat ini tensi politik sedang memanas. Bahkan saya yakin, kedua kubu piker-pikir jika ingin menggaet Ahok sebagai alat politik. Meskipun pemilu masih ada waktu beberapa waktu ke depan, terang Emrus kepada Fajar Indonesia Network, Kamis (24/1).

Di tempat terpisah, Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok mengatakan, hak semua orang untuk terjun ke dunia politik. Tapi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, banyak pilihan yang bisa diambil. Tidak harus politik, bisa sebagai inspiratory, motivator dal lain sebagainya, beber Zaki.

Lebih lanjut Zaki menilai, jika partai akan menimbang cost dan benefit jika mencatut Ahok ke dalam partai. Karena saat ini kontestasi pileg dan pilpres sudah setengah jalan. Zaki memprediksi jika belum ada partai yang ingin menjadikan Ahok sebagai alat politik.

Hal senada diungkapkan Suryani, Dosen Poltik UIN Jakarta. menurutnya, jika melihat latar belakang masalah, agak sulit bagi Ahok untuk terjun ke dunia politik. Ditambah isu agama menjadi populisme yang marak dalam Pemilu 2019.

“Parpol akan berfikir dua kali untuk menjadikan Ahok sebagai sentra figur menarik simpatik pemilih. Kalau mau terjun ke politik, harus sabar, begitu juga parpol yang ingin melamarnya. agak kurang strategis jika melibatkan AHok dalam Politik praktis sekaran ini,” paparnya.

Ia juga berpendapat, bisa saja isu Ahok diangkat oleh sejumlah kalangan dalam pemilu 2019 ini. Meskipun tidak akan mempengaruhi elektabilitas parpol ataupun capres. Hanya pemanasan bagi Ahok kembali ke politik untuk menghadapi pesta demokrasi selanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga normatif mengomentari bebasnya Ahok. Ia hanya mengucapkan selamat atas bebasnya Ahok dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Mantan menteri pendidikan ini juga mengatakan jika Ahok akan dilayani seabaimana warga DKI Jakarta lainnya.

Setiap warga Jakarta memiliki hak yang sama. Jadi kalau mau ke Balai Kota Jakarta silakan saja, singkatnya. (khf/fin)

Rekomendasi Berita