oleh

Afrizal Desak Kasus Kakaknya Dituntaskan

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Afrizal (45) merupakan adik dari Eriyel Efendi semula korban penganiayaan berubah statusnya menjadi tersangka kasus penganiayaan, telah mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Kamis (8/2)

Kini ia menanyakan berkas pelimpahan kakaknya, Eriyel Effendi tersebut. Padahal bukti proses penyidikan di Polsek Tugumulyo dan Putusan Sidang Pengadilan Negeri sudah saya serahkan kepada Kasat Reskrim.

Saat datang ke kantor Kejari Lubuklinggau berkas tersebut sudah diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zubaidi. Hanya saja belum mengetahui hasilnya. Sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (11/2).

Afrizal kembali mendatangi Graha Pena Linggau guna mempertanyakan keterangan dari hasil Kejaksaan Negeri Lubuklinggau.

“Iya, aku sengaja datang ke sini. Mohon dibantu untuk mempertanyakan kasus ataupun berkas kakak saya,” kata Afrizal, Minggu (11/2).

Pria asal Desa A Widodo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas menjelaskan, demi keadilan dan penegakan hukum yang prosedural dan profesional kami meminta dan memohon kepada aparat kepolisian, kejaksaan dan lainnya untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Tidak lain, untuk pembuktian laporan istri Maisarah. Tapi permintaan kami diabaikan saja. Saya sangat aneh dalam hal ini seperti kakak saya dipaksakan untuk dijadikan orang kriminal ataupun terpidana,” jelasnya.

Afrizal berharap dan memohon kepada Kajari dan Ketua Pengadilan Negeri untuk menegakkan hukum dengan adil, prosedural, agar masyarakat merasa aman, nyaman, tenteram dan terlindungi oleh hukum.

“Jangan hukum orang yang tidak bersalah yang akan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Yang pantas untuk dihukum itu adalah orang yang bersalah. Allah juga memberikan hukuman hanya untuk orang yang bersalah dan berdosa,” harapnya.

Sebelumnya, penganiayaan terhadap Eriyel Efendi terjadi 20 Februari 2017.

Saat itu Abdiantoro membawa kayu masuk ke dalam toko dan langsung meninju bibir adik saya Eriyel Efendi. Sebagai korban, Eriyel langsung melaporkan kepada Polsek Tugumulyo dengan kasus dugaan penganiayaan.

Pada saat proses di Polsek Tugumulyo, Afrizhal menjelaskan, Abdiantoro sebagai pelaku penganiayaan mengakui semua perbuatannya dan dijatuhkan putusan pidana dengan hukuman satu tahun masa tahanan oleh Pengadilan Negeri Lubuklinggau, 6 Juni 2017.

Namun, tidak berlangsung lama istri dari Abdiantoro melaporkan kembali kasus tersebut ke Polsek Tugumulyo. Laporan tersebut ditolak, karena permasalahan sudah selesai. Akan tetapi istri Abdiantoro melaporkan Eriyel Efendi ke Polres Musi Rawas.

Laporan tersebut langsung disetujui oleh pihak Polres, dan ditindaklanjuti di Polres Musi Rawas. Eriyel mendapat surat panggilan dari Polres untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak penganiayaan pasal 351 KUHP. Sayangnya, dalam laporan tersebut tidak dijelaskan siapa korbannya, sehingga hal tersebut dibantah oleh adik saya dengan penyidik.

Satu bulan kemudian, Eriyel kembali mendapat panggilan dari Polres Musi Rawas untuk diambil keterangannya sebagai tersangka.

“Dan pada tanggal 31 Mei 2017, kakak saya mendapat panggilan lagi sebagai tersangka, hal ini juga dipertanyakan kembali dan dipersoalkan kembali kepada penyidik,” tuturnya.

Atas status tersangka tersebut, pada 21 Desember 2017, Eriyel dipanggil untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena berkas perkara Eriyel dinyatakan lengkap.(16/12)

Rekomendasi Berita