oleh

Adu Roda Verstappen-Leclerc Berbeda dengan Kasus Vettel

SPIELBERG – Keputusan FIA yang membebaskan Max Verstappen dari hukuman karena terlibat senggolan dengan Charles Leclerc di GP Austria terus mengundang kontroversi. Ferrari meyakini stewards telah mengambil keputusan yang salah.

Ferrari merasa Verstappen telah melanggar aturan dengan memepet Leclerc hingga keluar lintasan. Di balapan itu, pembalap Aston Martin Red Bull Racing Honda itu akhirnya menjadi yang juara.

Dalam pernyataan resmi, steward menilai tidak ada pembalap yang sepenuhnya bersalah dalam kejadian senggolan di tikungan terakhir sirkuit Red Bull Ring tersebut. Menurut steward, kejadian itu adalah situasi yang fifty-fifty, sehingga mereka tak menjatuhkan penalti kepada Verstappen.

Namun lain halnya dengan Team Principal Ferrari, Mattia Binotto yang menilai bahwa keputusan stewards keliru.

“Kami masih merasa bahwa ini adalah putusan yang salah, itu adalah opini dan sikap Ferrari,” ucap Binotto seperti dilansir dari Motorsport.

“Kami yakin Charles telah memberi ruang yang banyak, dia tidak bersalah. Senggolan terjadi dan kemudian dia dipepet keluar trek. Kami pikir peraturannya sudah jelas, kata Binotto ketus.

Meski demikian, Ferrari tak akan mengajukan banding. Menurut Binotto, alasan Ferrari tidak mengajukan banding adalah untuk kebaikan F1. Pasalnya, sebelumnya mereka pernah mengajukan atas insiden Vettel di Kanada, namun hasilnya nihil.

Saat itu, Vettel yang finish terdepan dijatuhi hukuman penalti lima detik. Akibatnya, Vettel gagal juara. Atas insiden ini, Ferrari mengajukan banding, namun ditolak oleh FIA.

Soal tudingan ini, FIA menyebut, kasus penalti Sebastian Vettel di GP Kanada tidak bisa dibandingkan dengan insiden Max Verstappen yang menyenggol Charles Leclerc di GP Austria.

“Itu sama saja seperti mencoba membandingkan apel dengan jeruk,” ujar Race DirectorF1 Michael Masi kepada Motorsport.

“Setiap insiden harus dilihat secara terpisah. Karena tikungan dan situasinya juga berbeda. Di Kanada, Sebastian melewati rumput dan sudah berada di depan, jadi itu bukan manuver untuk menyalip,” terang Masi.

“Sementara di sini, kedua mobil sama-sama berada di trek, jadi ini adalah manuver untuk menyalip. Seperti yang dinyatakan dalam laporan stewards, ini adalah insiden balap biasa. Dari sudut pandang mereka, ini hanyalah duel sengit antara mereka,” jelasnya. (wsa/fin)

Rekomendasi Berita