oleh

Ada Rumah Dijadikan Tempat Prostitusi?

CURUP – Salah satu rumah berada di kawasan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kamis (7/2) disambangi petugas Binmas Polres Rejang Lebong dan Polsek Curup.

Rumah yang diduga milik ZA ini dikabarkan dijadikan salah satu lokasi prostitusi hingga meresahkan masyarakat.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kapolsek Curup, Iptu Untoro menjelaskan, setelah dilakukan pemantauan ke lokasi bersama Satbinmas Polres Rejang Lebong, kuat dugaan lokasi tersebut memang dijadikan sebagai tempat prostitusi.

Hanya saja saat didatangi petugas, rumah yang memiliki tiga kamar tersebut dalam kondisi kosong.

“Ada tiga kamar remang-remang di dalam rumah kemungkinan itulah yang dijadikan tempat prostitusi,” katanya.

Pada pemilik rumah, Untoro menegaskan pada pemilik rumah untuk tidak melakukan hal-hal yang dinilai meresahkan masyarakat.

“Kami akan melakukan patroli lagi nanti, kita minta kalau memang ada perbuatan prostitusi di sana untuk ditutup kalau tidak akan kita tindak tegas,” katanya.

Selain di kawasan Sukaraja Curup Timur, Kapolsek juga mendatangi dua titik rumah di kawasan Air Meles Bawah Curup Timur yang diduga juga ada transaksi prostitusi.

“Kita tadi juga mendatangi dua titik rumah yang dicurigai. Kami akan terus lakukan patroli baik sore maupun malam mengantisipasi adanya prostitusi,” tambahnya.

Sementara itu, laporan adanya dugaan prostitusi berada di kawasan Sukaraja Curup Timur beredar melalui media sosial Facebook (FB) diposting salah satu netizen berinisial SA.

Dalam postingannya yang mendapat tanggapan ratusan netizen lainnya meminta agar dugaan prostitusi tersebut bisa ditindaklanjuti oleh pihak terkait dan meminta untuk ditutup.

Kasat Pol PP Rejang Lebong, Rachman Yuzir menjelaskan untuk memastikan adanya laporan warga di media sosial tersebut pihaknya akan menindaklanjutinya.

“Kami selidiki dulu apakah benar lokasi tersebut dijadikan lokasi prostitusi atau tidak,” katanya.

Hanya saja, dia meminta jika ada dugaan prostitusi agar bisa langsung dilaporkan pada petugas Sat Pol PP.

“Kalau bisa jangan melalui Medsos, laporkan ke perangkat desa atau kelurahan atau langsung ke kita agar bisa langsung kita tindak lanjuti degan cepat,” harap Rachman.

Menurut Racman, jika memang ada prostitusi sesuai yang disampaikan di Medsos tentu melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang ketertiban umum.

“Kami kan sudah ada PPNS, jadi nanti kalau kita lakukan penertiban dan terdapat transaksi prostitusi akan kita Tipiring-kan (Tindak Pidana Ringan),” tambah Rachman.

Selain di kawasan Sukaraja, pihaknya juga akan mencari informasi lain jika memang ada transaksi prostitusi di tempat lainnya. (sam)

Rekomendasi Berita