oleh

Ada Perusahaan Pertambangan Belum Bayar Pajak

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rejang Lebong tahun anggaran 2017 sudah tercapai. Namun DPMPTSP terus melakukan penarikan retribusi hingga akhir tahun 2017 ini.

“Kita tetap kejar PAD dari sektor pertambangan meskipun target sudah terpenuhi,” kata Kepala DPMPTSP Rejang Lebong, Afni Sardi diwawancarai Senin (27/11).

Dijelaskan Afni, untuk bidang pertambangan dari target Rp 500 juta dan dinaikkan menjadi Rp 750 juta sudah terpenuhi dan tercapai lebih dari Rp 900 juta.

Afni Sardi mengungkapkan, dari sejumlah perusahaan pertambangan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong tidak semuanya lancar dalam memberikan kontribusi PAD pada daerah salah satunya retribusi pajak yang harus dibayar perusahaan setiap bulannya.

“Ada yang lancar setiap bulannya membayar ada juga yang tersendat membayar karena kemungkinan produksinya yang tersendat bahkan ada juga yang memang belum bayar dari Januari hingga akhir November ini,”papar Afni Sardi.

Diakuinya, perusahaan yang memang belum memberikan retribusi pajak dari Januari hingga akhir November ini pihaknya sudah menyampaikan surat teguran agar dilakukan pembayaran khususnya retribusi pajaknya sesuai dengan hasil produksinya.

“Ada satu perusahaan yang memang belum membayar pajak dari Januari hingga akhir November. Kita sudah melayangkan surat teguran pertama agar pihak perusahaan berada di kawasan Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) agar membayar pajaknya,” tegasnya.

Ia berharap, dengan tertib membayar retribusi pajak sesuai produksi bisa menambah PAD Kabupaten Rejang Lebong. Ia juga mengaku, sejauh ini dalam membayar retribusi pajak pihaknya masih memberikan keringanan dengan besaran pajak retribusi dihitung sendiri oleh pihak perusahaan.

Namun demikian, kedepan pihak DPMPTSP akan menghitung berapa jumlah hasil produksi dan berapa pajak yang harus dibayarkan untuk PAD.

“Kita sudah berikan keringanan, nanti secara bertahap retribusi pajak sesuai dengan hasil produksi akan dihitung kembali untuk meningkatkan PAD dari sektor ini,” tegasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita