oleh

Ada Peningkatan Positif Covid-19 Kluster Anak-anak di Lubuklinggau

LINGGAUPOS.CO.ID – Kluster pada anak usia muda atau pelajar menjadi fokus tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau saat ini. Salah satunya kluster dari Pondok Pesantren (Ponpes).

Bahkan saat ini kata Juru Bicara (Jubir) Satgas penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, dr Jeannita Sri A purba mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dan akan mengirimkan surat ke Ponpes untuk ke depannya dilakukan pemeriksaan swab.

“Kluster pada anak usia muda atau pelajar cukup banyak, makanya kita koordinasi ke mereka (ponpes, red) untuk pemeriksaan swab,” jelas dr Jeannita, Senin (21/9/2020).

Selain Ponpes, kluster lainya yakni kluster tertutup yang memang rentan penularan Covid-19 seperti di panti jompo dan Lapas. Mereka masuk dalan kelompok beresiko karena masih ada yang keluar masuk.

Apalagi di Lubuklinggau, terakhir terdata 10 anak di Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, terkonfirmasi positif. Mereka rentang usia 11 sampai dengan 14 tahun.

Terpisah Kapolres Lubuklinggau yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Lubuklinggau, AKBP Mustofa mengatakan saat ini Satgas terus berupaya mengimbau kepada masyarakat untuk terus disiplin menerapkan Prokes, untuk menekan penularan dan mencegah kluster baru.

Saat ini Satgas terus melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel dibeberapa tempat, untuk memastikan dari mana penularannya, dan dimana saja penyebarannya. “Supaya tahu asal penularannya. Jangan sampai kita sebut dari tempat A, ternyata dari tempat B,” ungkap Mustofa.

Saat ini Lubuklinggau sudah bisa menurunkan zona resiko dari zona merah ke zona orange, hal ini harus dipertahankan karena tidak menutup kemungkinan kapan saja bisa kembali ke zona merah. Makanya sosialisasi terus dilakukan, patroli ops yustisi terus digencarkan bahkan dengan berbagai metode. Serta ke depan ia juga menyarankan agar di seluruh Masjid sebanyak dua kali dalam sehari ikut mensosialisasikan tentang Prokes. Bisa sekali di pagi hari ketika masyarakat berangkat kerja, dan sore hari ketika mereka pulang kerja.

“Kita juga dorong bhabinkamtibmas untuk mengawasi dan mengajak warga yang terdeteksi Covid-19 untuk diisolasi di Bandiklat, karena kita punya tempat yang memadai. Lalu untuk yang pulang pergi ke zona merah, disiplin lakukan isolasi mandiri. Karena saat ini salah satu penyumbang penularan Covid-19, mereka yang dari luar kota. Contoh anak buah saya ada yang positif sekarang sudah sembuh, ternyata setelah ditelusuri tertular dari ibunya yang menjadi guru di Muratara,” ungkapnya.(*)

Rekomendasi Berita