oleh

AC Milan vs Juventus: Duel Dua Bintang

LINGGAUPOS.CO.ID– Juventus menjadi klub Italia bagi bagi bomber AC Milan Zlatan Ibrahimovic. Selama dua musim (2004-2006), striker Swedia merintis karirnya sebagai striker dengan assist terbanyak. Sama halnya dengan Ronaldo. Bianconerri menjadi tim rintisannya di Negeri Pisa tersebut. Dini hari (14/2) nanti, keduanya akan berduel di semifinal Coppa Italia leg pertama dalam laga AC Milan kontra Juventus. (Live TVRI/Bein Sports Pukul 02.45)

Laga nanti menjadi duel ke sembilan keduanya selama karir mereka di Eropa. Jika ditanya siapa yang paling sering mengecap kemenangan , jelas Ronaldo. Bersama Real Madrid, Ronaldo telah memenangkan tujuh dari delapan laga dari tiga tim yang dibela Zlatan, Timnas Swedia, Barcelona dan PSG. (selengkapnya lihat infografis)

Perang psywar antar sebenarnya sudah dihembuskan Zlatan saat dikontrak AC Milan, awal Januari lalu. Dilansir dari Calciocermato, eks pemain Ajax ini cukup terang-terangan saat mengejek performa Ronaldo di Juventus. Menurutnya, Ronaldo yang berada di Juventus bukanlah yang asli. Sosok Ronaldo yang dimaksud Zlatan adalah Ronaldo Nazario yang ikut membawa timnas Brasil juara Piala Dunia 2002 yang juga bomber Inter Milan.

”Saya akan menemui Ronaldo sungguhan di [Liga] Italia? Tidak akan. Hanya ada satu Ronaldo asli, asal Brasil!” ucap Ibrahimovic dikutip dari Football Italia, beberapa waktu lalu. Tanpa menunggu lama, Ronaldo langsung meresponnya dengan unggahan foto saat ia mencetak hattrick di gawang Cagliari.

Ronaldo telah mengemas 23 gol dari 27 penampilannya di semua ajang. Total pria kelahiran Madeira Portugal, 35 tahun silam itu mengemas 720 gol sepanjang kariernya. Jumlah tersebut dua kali lipat dari perolehan Zlatan (282 gol).

Secara klub sebenarnya, Rossoneri, julukan AC Milan, masih baru mencari celah untuk bangkit usai kekalahan dalam Derby della Madonnina dari Inter Milan akhir pekan kemarin. Dikutip dari Claudio Raimondi dari Sport Mediaset, kekalahan tersebut membuktikan bahwa Ibrahimovic saja tak cukup. Faktor kelelahan membuat pemain 38 tahun itu tak bisa dijadikan target man. Sang pelatih, Stefano Pioli butuh sosok yang bisa menambah daya gedor lini depan meraka.

Pioli bisa saja menambahkan Rafael Leao yang menjadi tandem bersama Ante Rebic dalam formasi 4-2-3-1. Sementara itu, sang manajer juga bisa kembali ke sistem 4-4-2 yang terbilang sukses dalam beberapa pertandingan sebelum Derby della Madonnina dengan Leao bermain di samping Ibrahimovic.

Menurut Pioli, baik Rafael Leao dan Ante Rebic bisa menjadi tandem ideal “Leao dan Rebic dapat bermain besama, kita akan lihat nanti,” tandas Stefano Pioli.(*)

Rekomendasi Berita