oleh

Abi: Empat Lawang Mencekam Tapi Pemerintah Diam!

Bupati Tak Temui Mahasiswa

LINGGAU POS ONLINE, EMPAT LAWANG – Maraknya kasus begal serta tindak kejahatan membuat mahasiswa prihatin. Mereka pun menyuarakan kondisi terkini dengan melakukan aksi damai di halaman kantor Pemkab Empat Lawang, Senin (18/12) sekitar pukul 09.00 WIB.

Puluhan mahasiswa dari berbagai daerah tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Empat Lawang (AMP4L) menggelar aksi damai. Mahasiswa dari berbagai universitas seperti Universitas Bengkulu (Unib), Universitas Sriwijaya (Unsri), dan Universitas Lampung (Unila) meminta Pemkab Empat Lawang dan aparat keamanan agar meningkatkan keamanan di ‘Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati’.

Pertama datang para mahasiswa ditahan di depan gerbang masuk kantor Pemkab Empat Lawang oleh aparat keamanan dan Sat Pol PP. Sekitar satu jam para mahasiswa menggelar aksi di depan gerbang kantor Pemkab Empat Lawang. Tidak lama kemudian datang Sekda Empat Lawang H Edison Jaya.

Namun mereka kembali meminta agar pintu gerbang dibuka.

“Buka pintu gerbangnya, mana Bupati,” cetus salah seorang mahasiswa, seraya diikuti mahasiswa lainnya.

Tak berselang lama pintu gerbang pun dibuka. Namun hingga akhir Bupati Empat Lawang H Syahril Hanafiah tak kunjung menemui para mahasiswa. Padahal mobil Bupati BG 1 S tampak terparkir di parkiran Pemkab Empat Lawang. Sekitar pukul 11.40 WIB, Syahril Hanafiah tampak menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD Empat Lawang.

Para mahasiswa sempat ditawari oleh Sekda, Edison Jaya, untuk masuk ke kantor atau ruangannya untuk berbincang.

“Perwakilan sekitar 10 orang silakan masuk ke ruangan kita berbincang,” tawar Edison.

Namun dibalas oleh para mahasiswa dengan teriakan ‘jika satu masuk semuanya masuk’.

“Kami mau masuk semua jika ada yang masuk,” teriak para mahasiswa ditambah dengan yel-yel ‘awas provokasi’.

Mereka (Mahasiswa,red) menilai Bupati takut untuk menemui mereka, padahal mereka mengaku membawa suara rakyat.

“Banyak yang keno begal, di mana para aparat keamanan dan pemerintah. Pak bupati keluar, kami ini anak kalian mau membawa suara rakyat,” tegasnya dengan suara lantang.

Humas Aksi Damai, Abi Marta mengatakan bahwa aksi ini digelar atas keluhan masyarakat dan kesadaran mereka sebagai putra putri Empat Lawang.
“Kami menuntut Pemkab Empat Lawang segera membentuk dan buktikan keamanan di Empat Lawang ini. Empat Lawang mencekam tapi pemerintah diam!” teriaknya.

Abi Marta juga berujar, bahwa sebelumnya pernah melakukan diskusi kepada pihak Pemkab Empat Lawang dalam memberantas begal ini.

“Pada tanggal 21 Januari 2017 kemarin kami sudah pernah mendiskusikan hal ini namun hasilnya tidak terealisasi sampai sekarang, bahkan begal merajalela,” katanya.

Senada disampaikan Koordinator Lapangan (Korlap, red) AMP4L Andi, menyampaikan tuntutan dalam aksi ini harus segera di realisasikan karena ini untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat Empat Lawang.

“Kami minta pemerintah peduli dengan masyarakat dan serius dalam memberantas begal di Empat Lawang ini. Dimana pemerintah, di mana pihak polisi Empat Lawang, di mana Kepolisian Republik Indonesia ini,” tuturnya.

Ia menuturkan, kejadian begal di Empat Lawang ini bukannya baru sekali dan bukan juga masalah kecil yang membuat masyarakat mati ketakutan akan hal itu.

“Ini masalah serius, kalau tidak segera di atasi akan terus terjadi bahkan bisa lebih parah, mau diapakan Empat Lawang ini, jika tuntutan ini tidak ada tanggapan ataupun tidak terealisasi lagi maka kami akan melanjutkan aksi ini sampai di realisasikan,” ungkapnya. (04)

Komentar

Rekomendasi Berita