oleh

Abasri Hilang Saat Memancing Ikan

MURATARA – Abasri (50) warga Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Rawas, Selasa (18/12), dipastikan bukan korban pembunuhan.

Menurut kakak ipar korban, Suroso (68) yang ditemui Linggau Pos, Rabu (19/12), almarhum Abasri menderita ayan. Sehingga diduga kuat ia hanyut karena ayannya kumat.

Ditemui di rumah duka, Suroso (68) menceritakan, Sabtu (15/12), ia bersama almarhum memancing ikan di Sungai Rawas.

“Kami mancing di sungai sekitar pukul 14.00 WIB,” jelasnya.

Saat memancing, tiba-tiba pancing mereka tersangkut di dalam air.

“Saya kemudian membenari pancing. Sementara almarhum saya suruh menunggu di dekat sepeda motor,” tuturnya.

Setelah Suroso selesai membenari pancing, melihat almarhum tidak ada di dekat sepeda motor. Ia sempat mencari almarhum namun tidak ditemui.

“Saya cari sampai menyusuri jalan namun tidak ketemu, bahkan sampai pukul 21.00 WIB, saya mencari almarhum. Karena itulah, saya kira dia pulang ke rompok di kebun,” tambahnya.

Di rompok, Abasri juga tidak ditemukan. “Namun saya tidak terlalu memikirkan. Sebab almarhum sudah beberapa kali menghilang dan kembali lagi dengan keadaan sehat. Bahkan pernah sampai seminggu,” tambah Suroso.

Walau sudah beberapa kali tidak pulang, namun Suroso masih tetap mencari almarhum karena almarhum memiliki riwayat penyakit ayan. Namun pencarian tetap tidak berhasil.

“Senin kami mencari bersama anak saya Supri (36), namun tetap tidak ditemukan. Barulah Selasa kami mendengar kabar ditemukan mayat di sungai dengan ciri-ciri sama dengan almarhum. Makanya setelah kami lihat di rumah sakit, ternyata benar,” kata Suroso.(cw3)

Rekomendasi Berita