oleh

934 Napi Diusulkan Dapat Remisi

-Hukum-543 dibaca

LINGGAU POS ONLINE– Dari 784 warga binaan Lapas Narkotika Kelas II.A Lubuklinggau 434 diantaranya diusulkan untuk menerima remisi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Dari jumlah tersebut seorang napi diantaranya langsung bebas.

Hal ini dijelaskan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Lubuklinggau, Suyatna melalui Kasi Bina Didik (Binadik), Triana Agustin, Jumat (24/5).

Ia menjelaskan dari 784 warga binaan itu, 692 diantaranya berstatus sebagai narapidana dan 92 lainnya merupakan tahanan.

Triana Agustin menjelaskan jumlah yang diusulkan remisi tersebut yakni Remisi Khusus sebagian (R.K1) atau remisi yang didapatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) belum penuh atau belum bebas karena Remisi Khusus Seluruhnya (RK.II) atau remisi yang didapatkan WBP sudah seluruhnya atau bebas karena remisi.

Ada juga mendapatkan remisi Peraturan Pemerintah (PP) No.99 yakni pemberian remisi kepada WBP yang terkait PP No.99 Tahun 2012 serta remisi PP No.28 yakni pemberian remisi kepada WBP yang terkait dengan PP tahun 2006.

Menurut Triana, remisi tidak serta diberikan begitu saja kepada warga binaan.

Melainkan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain, berkelakuan baik, yaitu tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan.

Remisi tidak diberikan bagi napi yang sedang menjalani cuti menjelang bebas dan dijatuhi kurungan sebagai pengganti pidana denda.

Selain itu, melampirkan fotokopi kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan, melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani kurungan pengganti pidana denda dari Kepala Lapas, melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani cuti menjelang bebas dari Kepala Lapas, melampirkan salinan register F dari Kepala Lapas dan melampirkan salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas.

Termasuk melampirkan surat keterangan bersedia bekerja sama untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya yang ditetapkan oleh instansi penegak hukum. Warga Binaan juga harus melampirkan bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.

Lantas bagaimana dengan 202 warga binaan yang tidak diusulkan dapat remisi?

“Mereka tidak diusulkan untuk dapat remisi karena tidak memenuhi syarat. Sedangkan, kalau langsung bebas pada hari lebaran hanya 1 orang dari 4 orang napi yang mendapatkan remisi langsung bebas. Namun, 3 orang lainnya masih harus menjalani subsider kurungan pengganti denda,” terang dia.

Sementara Imam Purwanto, Kepala Lapas Klas II A Lubuklinggau melalui Kasubsi Registrasi, Arian Adi Bowo mengatakan saat ini terdapat 265 tahanan yang belum putus sidang di Lapas Klas II A Lubuklinggau, dan 668 narapidana atau warga binaan.

Untuk remisi, saat ini masih diproses jumlahnya sekitar 500 yang diajukan. Jumlah tersebut diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM menggunakan sistem database pemasyarakatan online.

“Remisi diberikan oleh Dirjen PAS ketika Hari Raya Idul Fitri, jadi kita juga nggak tahu berapa jumlah warga binaan yang dikabulkan dapat remisi nantinya,” jelas Arian.

Bagi tahanan yang mendapatkan kasus-kasus pidana umum dapat diajukan untuk remisi. Namun untuk pidana khusus atau berat, tidak dapat remisi karena tidak mengikuti persyaratan, salah satunya yakni tahanan teroris yang tidak pernah mau mengikuti program-program pembinaan yang dilakukan oleh Lapas.

“Hingga saat ini belum ada warga binaan yang kasusnya berat yang dapat remisi” tutup Arian.(adi/cw5)

Syarat Dapat Remisi:
1. Berkelakuan baik, tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.
2. Telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik .
3. Telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.
4. Melampirkan fotokopi kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan.
5. Melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani kurungan pengganti pidana denda dari Kepala Lapas.
6. Melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani cuti menjelang bebas dari Kepala Lapas.
7. Melampirkan salinan register F dari Kepala Lapas.
8. Melampirkan salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas.
9. Melampirkan surat keterangan bersedia bekerja sama untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya yang ditetapkan oleh instansi penegak hukum dan bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan.
Sumber: Lapas Narkotika Kelas IIA Lubuklinggau

Rekomendasi Berita