oleh

916 Perkara Masuk ke PN Lubuklinggau

LINGGAU POS ONLINE, SIDOREJO – Sepanjang 2017, dari Januari hingga awal November 2017, Pengadilan Negeri Lubuklinggau telah menerima 916 perkara pidana. Terdiri dari 850 perkara yang dilakukan orang dewasa, mulai dari pencurian, penodongan, pembunuhan, narkoba hingga asusila. Kemudian, 66 perkara yang melibatkan anak-anak juga dengan perkara yang sama, pencurian, penodongan, narkoba hingga asusila.

Juru bicara Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Hendri Agustian melalui panitera muda pidana, Harmen mengatakan, pada bulan Januari pihaknya menerima 45 perkara biasa dan 14 perkara yang melibatkan anak-anak.

“Kemudian, di Februari terjadi peningkatan untuk perkara biasa, yakni 77 perkara. Sedangkan, untuk perkara yang melibatkan anak-anak terjadi penurunan yang cukup drastis, yakni hanya 5 perkara,” kata Harmen, Kamis (2/11).

Selanjutnya, pada bulan Maret kembali terjadi peningkatan, sebab di bulan ini Pengadilan Negeri Lubuklinggau menerima 104 perkara biasa, dan 5 perkara yang melibatkan anak-anak. Untuk April, jumlah perkara yang masuk terjadi penurunan, yakni hanya 87 perkara biasa dan 11 perkara yang melibatkan anak-anak.

“Namun, di bulan Mei kembali terjadi peningkatan. Di sini kita menerima 118 perkara biasa dan 9 perkara anak-anak,” jelas Harmen.

Lalu, di bulan Juni jumlah perkara yang masuk mengalami penurunan yang tidak seberapa, yakni 102 untuk perkara biasa dan 9 untuk perkara anak-anak. Tapi, di bulan Juli terjadi penurunan yang sangat signifikan, jumlah perkara yang masuk hanya 43 dan yang melibatkan anak-anak kosong.

Tapi, di bulan Agustus kembali terjadi peningkatan jumlah perkara yang masuk, di bulan ini jumlah perkara yang diterima 93 perkara biasa dan 7 perkara yang melibatkan anak-anak. September, kembali terjadi penurunan hanya dengan 79 perkara biasa dan 4 perkara yang melibatkan anak-anak. Selanjutnya, di Oktober kembali terjadi peningkatan, jumlah perkara biasa yang diterima Pengadilan Negeri Lubuklinggau ada 85 untuk perkara biasa dan 2 perkara anak-anak.

“Awal November, walaupun baru dua hari kita sudah menerima 17 perkara yang biasa dan untuk perkara anak-anak masih kosong,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita