oleh

Drama Sidang MK 2014 dan 2019

LINGGAU POS ONLINE – Perbandingan Gugatan Prabowo Di Sidang MK 2014 dan 2019.

Isi Gugatan

2014

Kubu Prabowo-Hatta mengaku tidak puas atas hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memenangkan paslon Jokowi-JK. Hasil hitung KPU menunjukkan 70.997.833 suara untuk paslon Jokowi-JK dan 62.576.444 suara untuk paslon Prabowo-Hatta.Sama seperti 2019, Mereka juga menuding telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) di Pilpres 2014

2019

Isi gugatan sama, tim pengugat menduga adanya dugaan pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam hasil hitung KPU. Dalil Prabowo-Sandi terdapat 17,5 juta pemilih tidak wajar karena memiliki tanggal lahir yang sama,

Durasi Sidang Putusan MK

2014
Sidang putusan MK yang digelarpada 21 Agustus 2014 berlangsung selama 7 jam.

2019
Sidang pembacaan putusan digelar Kamis (27/6) dimulai sejak pukul 12.30 WIB hingga sekitar pukul 21.16 WIB atau 8 Jam 46 menit.

Jumlah Lembar Amar Putusan

2014
4.390 Halaman

2019
5.000 Halaman Lebih

Hasil Putusan Sidang

2014
Hamdan Zoelva selaku Ketua Majelis Hakim MK akhirnya mengetok palu. Amar putusan mengadili, memutuskan menolak eksepsi pemohon dan eksepsi pihak terkait, dalam pokok permohonan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,

2019
Majelis hakim konstitusi yang diketuaiAnwar Usmanmenyatakan pokok permohonan Prabowo-Sandi tidak beralasan menurut hukum.

“Amar putusan mengadili, menyatakan dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” demikian putusan MK yang dibacakanAnwar.

Tanggapan Prabowo dan Jokowi

2014
Koalisi Merah Putih yakni partai-partia pendukung Kubu Prabowo-Hatta akhirnya menerima putusan Sidang MK terkait gugatan sengketa Pilpres 2014, kendati dengan catatan.

2019
Lewat pidato di rumah pribadinya, Prabowo Subianto menyatakan “menghormati keputusan MK” dan akan melakulan konsultasi hukum bersama tim. Sementara, Jokowi-Maruf Amin mengajak persatuan rakyat Indonesia dan tiada lagi sebutan 01 dan 02.

Data: Diolah dari Berbagai Sumber

Rekomendasi Berita