oleh

81 Bacaleg Gagal Nyalon

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Dari 505 Bacaleg yang mendaftar ke KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura) hanya 437 Bacaleg yang memenuhi syarat pencalonan. Ada 68 orang yang tidak memenuhi syarat. Sehingga mereka gagal nyaleg.

Demikian disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Mura Divisi Teknis, Supriadi, Rabu (8/8).

Menurut Supriadi, hanya 6 Parpol yang jumlah Bacalegnya tidak mengalami pengurangan, dengan rincian PDIP, Partai Golkar dan Partai NasDem masing-masing 40 Bacaleg sesuai dengan yang diajukan. PKS dan Partai Demokrat masing-masing 39 Bacaleg, sesuai dengan yang didaftarkan. Kemudian, PBB dengan 19 Bacaleg, sesuai dengan jumlah yang mereka daftarkan pada tahap awal pendaftaran.

Parpol yang mengalami pengurangan jumlah Bacaleg adalah PSI dari 40 Bacaleg yang diajukan, hanya 16 Bacaleg yang memenuhi syarat dan berhak maju untuk ditetapkan dalam Daftar Calon Sementara (DCS). Kemudian, Partai Berkarya dari 14 Bacaleg, yang memenuhi syarat pencalonan hanya 6 orang. PKB dari 40 Bacaleg, yang memenuhi syarat hanya 28 orang, lalu Partai Hanura dari 40 Bacaleg yang memenuhi syarat 34 orang. PKPI dari 11 Bacaleg, yang memenuhi syarat hanya 7 orang, untuk PPP dari 32 Bacaleg yang diajukan ada 27 Bacaleg yang memenuhi syarat. Partai Perindo dari 31 Bacaleg yang diajukan 27 Bacaleg yang memenuhi persyaratan. PAN dari 40 Bacaleg yang didaftarkan ada 37 Bacaleg yang memenuhi syarat pencalonan, dan terakhir Partai Gerindra dari 40 Bacaleg yang diajukan ada 38 Bacaleg yang memenuhi
syarat pencalonan.

“Untuk Bacaleg yang memenuhi syarat, akan diumumkan ke publik pada 12-14 Agustus 2018,” kata Supriadi.

Kemudian, 12-21 Agustus dilakukan uji publik. Jika ada laporan masyarakat ada Bacaleg yang terindikasi pemalsuan dokumen, seperti ijazah palsu, maka KPU akan mengomunikasikan masalah ini dengan Bawaslu. Jika laporan masyarakat terbukti Bacaleg yang dilaporkan tadi digugurkan dan Parpol dapat menggantinya dengan nama lain.

Namun, Parpol tidak bisa melakukan pergantian terhadap Bacaleg yang mengundurkan diri usai pengumuman DCS. Tapi, untuk Bacaleg perempuan karena dapat memengaruhi keterwakilan 30 persen perempuan, maka bisa dilakukan pergantian dengan perempuan juga.

Komisioner KPU Kota Lubuklinggau Divisi Teknis, Gatot Widjianto mengatakan berdasarkan hasil verifikasi yang sudah dilakukan pihaknya ada dua Bacaleg yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), sebagaimana yang
diatur dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Bacaleg TMS yakni Rommy Krisna, yang merupakan mantan Ketua KPU Kabupaten Mura dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Selatan II. Kemudian, Yesi Novita Sari juga dari Dapil
III yang didaftarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (01/12)

*** Bacaleg TMS dari PPP dan PSI

Sementara di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), setelah melaksanakan tahapan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon anggota DPRD oleh KPU Kabupaten Muratara, tanggal 1-7 Agustus 2018 KPU Muratara menyatakan 11 Bacaleg dinyatakan TMS.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU Muratara, Agus Mariyanto melalui Ketua Kelompok Kerja (Pokja) yang juga menjabat Kepala Sub Bagian (Kasubag) Teknis dan Hubungan Pemilu Masyarakat KPU Muratara, Yasrin Abidin di mana sebelas Bacaleg tersebut tidak memenuhi syarat dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

Yasrin Abidin menambahkan, untuk jumlah Bacaleg pada saat awal pengajuan oleh Parpol sebanyak 345 Bacaleg, pada saat perbaikan sebanyak tinggal 335 Bacaleg dan setelah penelitian oleh KPU Muratara hasilnya sebanyak 324 Bacaleg Memenuhi Syarat dan 11 Bacaleg TMS.

Sebelas Bacaleg yang TMS tersebut berasal dari dua Parpol yakni PPP dan PSI.

“Di Dapil I meliputi Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo dari PPP sebanyak 2 Bacaleg TMS, dan di Dapil IV wilayah Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung, dari PPP sebanyak delapan Bacaleg dan PSI satu Bacaleg,” imbuhnya.(12)

Rekomendasi Berita