oleh

806 Napi Terima Remisi HUT RI ke-73

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI- Di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73, sedikitnya 806 warga binaan dapat pengurangan masa tahanan (Remisi). Rinciannya, 280 Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Muara Beliti dan 526 warga binaan di Lapas Kelas IIA Lubuklinggau.

Ada dua bagian pemberian remisi oleh negara melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkuham) RI. Kedua bagian remisi itu meliputi remisi umum I untuk 271 orang dan remisi umum II untuk 9 orang, dengan jumlah pengurangan masa tahanan bervariasi.

Upacara remisi dilakukan pukul 14.00 WIB, Jumat (17/8) di Lapas Narkotika Muara Beliti Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti yang bertindak sebagai pembina upacara Bupati Mura, H Hendra Gunawan dan Perwira upacara Kepala Keamanan Lapas Narkotika Muara Beliti, Syaikoni.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Klas IIA Muara Beliti, Suyatna mengatakan remisi umum I ada 271 orang dan remisi umum II ada 9 orang.

“Pemberian remisi agar seluruh komponen bangsa, terutama warga binaan memiliki potensi yang begitu besar. Serta semangat masa lalu pejuang kita mengorbankan jiwa raga hingga kita mendapatkan kemerdekaan,” kata Suyatna.

Ia menambahkan generasi penerus tidak lagi dengan perang melainkan rusak oleh narkoba. Sehingga merusak potensi oleh bangsa asing.

“Semoga dengan remisi ini dapat membuat hidup para Napi semakin lebih baik dan menjadi insan yang mempunyai makna untuk hidup dan kehidupan,” ucap Suyatna mengimbuhkan rata-rata napi yang mendapatkan remisi merupakan napi kasus pidana umum. Dalam satu tahun ada dua kali pemberian remisi, yakni peringatan HUT RI dan hari raya.

“Berbeda dengan napi anak, ada tiga kali pemberian remisi, yaitu HUT RI, hari raya keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya dan Hari Anak Nasional (HAN),” tuturnya.

Sedangkan Bupati Mura, H Hendra Gunawan mengharapkan para narapidana kedepan dapat berubah ke arah kehidupan lebih baik, dan dapat melakukan hal-hal positif untuk mengisi kemerdekaan.

“Mari kedepan kita mengisi kemerdekaan ini dengan yang positif. Jangan sampai kita kembali dijajah dengan narkoba,” imbau Hendra Gunawan.

Pj Walikota Lubuklinggau, H Riki Junaidi membacakan surat keputusan remisi sebanyak 526 orang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Lubuklinggau. lima orang dinyatakan bebas atau remisi umum II atas nama Endang Irawan, Pendi Hartono, Ishak Juharsah, Rasdian dan Abdurahman Habibillah.

Selain lima nama tersebut, terdapat 143 orang diberi remisi satu bulan, 95 orang remisi dua bulan, 139 orang remisi tiga bulan, 90 orang remisi empat bulan, 43 orang remisi lima bulan dan 10 orang remisi enam bulan. Kepada lima orang warga binaan bebas tersebut, Penjabat Walikota memberi sumbangsih masing-masing Rp 500 ribu.

“Untuk warga binaan yang mendapat remisi, harus mensyukuri nikmat yang sudah diberikan dan termasuk yang bebas,” katanya.

Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto mengatakan sebenarnya ada 11 warga binaan yang mestinya bebas di hari kemerdekaan. Namun, dikarenakan enam warga binaan lainnya tidak membayarkan denda sebagaimana putusan majelis hakim ketika sidang. Maka, yang bebas cuma lima orang.

“Mereka tidak bisa membayar denda, mereka harus menjalani subsider yang sebenarnya bisa diganti dengan uang denda. Tapi, karena mereka tidak melakukan itu, maka belum langsung bebas dihari kemerdekaan ini,”jelasnya. (04/01).

Rekomendasi Berita