oleh

80 SD di Mura Butuh Rehab

Kabid Dikdas Disdik Mura Hartoyo
“Masih 80 SD lagi yang membutuhkan rehab. Estimasi biaya yang dibutuhkan per lokal Rp 45 juta untuk rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rusak berat…..”

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Kebutuhan dana untuk rehab lokal belajar dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Kabupaten Musi Rawas (Mura), cukup besar. Sebab, masih 80 SD lagi yang membutuhkan rehab. Estimasi biaya yang dibutuhkan per lokal Rp 45 juta untuk rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rusak berat.

Hal ini dikabarkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas H Sukamto melalui Kabid Pembina Pendidikan Dasar (Dikdas) Hartoyo, Rabu (6/12).

Menurutnya rerata dari 80 SD ini, setiap sekolah ada 3-4 lokal yang rusak.

“Mulai 2018 nanti ada kebijakan penuntasan satu lokasi. Sehingga, dalam satu sekolah misalkan ada lokal, ruang TU, ruang kepala sekolah sampai ruang guru. Semuanya harus direhab tuntas. Sehingga harapannya 4-5 tahun ke depan tidak butuh rehab lagi. Gantian sekolah lain,” kata Hartoyo.

Tahun 2017 ini, jelas Hartoyo, Rp 6 Miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan digelontorkan untuk rehab ruang dan pembangunan RKB di 32 sekolah.

Ia memprediksi, DAK 2018 mendatang justru menurun nominalnya. Oleh karena itu, sebagaimana pesan Kadisdik, H Sukamto, setiap kepala sekolah diminta peduli dengan sarana prasarana yang ada di sekolah.

“Jadi jangan sepenuhnya mengandalkan dana dari pemerintah. Kalau sekolah rusak ringan, dindingnya kusam ya dicat. Kalau lantainya retak ya keluarkan sebagian dana BOS untuk merehab ringan. Itu diperbolehkan. Kalau kepala sekolahnya tidak peduli, sekolah yang awalnya butuh rehab sedang, bisa jadi berat. Maka perawatan ini penting,” imbuhnya lagi.

Saat ini, lanjut Hartoyo, saat ini sekolah-sekolah di Kabupaten Musi Rawas sedang didata oleh Tim Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 3 Lubuklinggau untuk mengidentifikasi, pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan.

“Misalkan jumlah lantai, flapon yang jebol, kebutuhan kusen dan sebagainya, memang pendataan lebih detail. Sejauh ini, sudah 40 SD yang terdata. Ini akan jadi bahan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk menggelontorkan dana rehab bagi SD-SD ini,” jelasnya.

Data yang diverifikasi tim SMK Negeri 3 Lubuklinggau itu, akan dientri dan dilaporkan ke Kemendikbud.

“Harapan kami, banyak sekolah yang nantinya dapat bantuan rehab 2018 nanti,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita