oleh

80 Persen Masyarakat Puas Dengan Pelayanan Kesehatan

Program Kesehatan Dengan Pendekatan Keluarga

MEMPERINGATI Hari Kesehatan Nasional (HKN), Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau bersama Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lubuklinggau, tutup kegiatan HKN dengan penampilan drama klosal tentang perlunya perhatian orang tua terhadap anggota keluarganya.

Penutupan dilaksanakan, sekaligus pelaksanaan kegiatan syukuran dan ramah-tamah, serta pembagian hadiah para pemenang lomba, yang dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan HKN ke-53 tahun 2017. Kegiatan ini, dihadiri langsung Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Kesenian, Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (7/12).

Dalam sambutannya, Wawako H Sulaiman Kohar mengapresiasi kinerja dari seluruh insan kesehatan di Kota Lubuklinggau. Mulai dari pegawai Rumah Sakit, Puskesmas dan seluruh insan kesehatan, yang sudah memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

“Karena berdasarkan hasil survei, 80% masyarakat kita puas dengan pelayanan kesehatan saat ini. Kedepan, kita berharap hal ini bisa terus ditingkatkan lagi,” ungkap Wawako.

Sementara itu, Ketua Panitia HKN Kota Lubuklinggau, dr Jeanita Purba mengatakan tujuan dilakukannya drama kolosal tersebut untuk memberi peringatan, mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat.

“Mulai dari dalam kandungan hingga dewasa, anak harus dapat perhatian dari kedua orang tuanya, kalau tidak mau kehilangan keduanya,” katanya.

Menurut dia, anak-anak harus diberi perhatian lebih, ketika ia meminta uang yang tidak sesuai dengan kebutuhannya, hendaknya diteliti. Jangan-jangan uang tersebut digunakan untuk membeli narkoba.

“Kalau kita cuek dengan keluarga, maka harus siap-siap kehilangan mereka. Itu pesan yang disampaikan di situ,”jelasnya.

Anak yang dalam kesehariannya biasa-biasa saja, bukan tidak mungkin jadi pecandu narkoba. Dan itu harus jadi pelajaran semua keluarga, menjaga pola hidup sehat untuk anggota keluarganya masing-masing.

“Ini merupakan salah satu faktor penghambat bangsa Indonesia untuk memiliki generasi penerus yang cerdas dan sehat. Semuanya harus dimulai dari keluarga, dan prioritas kita mulai 2015 program kesehatan dilakukan dengan pendekatan ke keluarga,” ungkapnya. (11)

Komentar

Rekomendasi Berita