oleh

80 JCH Tidak Ikut Melontar Jumroh

LINGGAU POS ONLINE, MEKKAH – Sedikitnya ada 80 orang Jemaah Calon Haji (JCH) kloter pertama dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), dan Kota Lubuklinggau tidak bisa melaksanakan melontar jumroh. 80 JCH tersebut masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti), dan dalam pengawasan tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia.

Kontributor Haji Harian Pagi Linggau Pos, Merismon melaporkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dan tim dokter rutin mendatangi jemaah terutama yang masuk dalam kategori Risti dengan cara ‘door to door’.

“Itu data awal, dan kemungkinan besar akan bertambah jemaah yang tidak bisa melontar jumroh. Melontar jumrohnya akan diwakilkan keluarga, atau PPIH Indonesia,” jelas Merismon, Jumat (17/8).

Ditambahkan Merismon, melontar jumroh dilakukan selama tiga hari dari 11-13 Zulhijah 1439 H, saat melontar jumroh tidak diperbolehkan menggunakan kursi roda.

“Tenaga dan stamina jemaah akan benar-benar terkuras saat melakukan wukuf, biasanya selesai wukuf akan bertambah jemaah yang tidak bisa melakukan melontar jumroh,” tambah Merismon.

PPIH Indonesia telah mengumpulkan jemaah kloter pertama, guna memberikan arahan dan persiapan menuju Arafah Musdalifah dan Mina (Armina). Semua jemaah akan berkumpul ke Armina Ahad 7 Zulhijah 1439 H, saat ini yang menjadi keluhan jemaah jauhnya tenda penginapan ke Mina tempat pelontaran jumroh 3-4 Kilo Meter (KM).

Itu artinya, setiap harinya jemaah akan menempuh 6-8 KM perjalanan selama tiga hari.

“Ini sangat berat bagi jemaah apalagi yang riseti,” ungkap Merismon.(07)

Rekomendasi Berita