oleh

744 Jenazah Korban Gempa dan Tsunami Teridentifikasi

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sebanyak 744 korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, telah teridentifikasi. Jumlah tersebut berdasarkan data BNPB hingga Senin (1/10) siang.

“Data yang ditemukan dan diidentifikasi jumlah korban tewas sebanyak 744 orang sampai pukul 13.00 WIB hari ini,” kata Kepala Humas dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat konferensi pers di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Senin (1/10).

Sutopo menjelaskan, jumlah korban tewas masih sangat mungkin bertambah mengingat proses evakuasi masih terus dilakukan. Sutopo juga mengatakan, saat ini membutuhkan lebih banyak alat berat untuk mengevakuasi korban. Lebih dari itu, proses evakuasi dan pencarian tidak mudah karena sulitnya akses, terputusnya komunikasi, hingga mati listrik.

“Kita membutuhkan alat berat dengan jumlah banyak. Kondisi listrik di sana juga masih padam, kalau malam gelap gulita, kesulitan proses evakuasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Sutopo menambahkan, wilayah yang terdampak gempa dan tsunami terbilang luas. Sementara, sumberdaya yang ada sangat terbatas. Karena itu, hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan penambahan personel gabungan dibantu oleh para relawan.

Sedangkan jumlah korban meninggal paling banyak kata Sutopo berada di Palu, yakni sebanyak 821 orang. Dan sebanyak 744 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi. Lalu, di wilayah Parigi Moutong ada 12 orang meninggal dan di Donggala 11 orang meninggal.

“Dari wilayah Sigi belum dapat informasi,” terangnya.

Sutopo menekankan bahwa data ini adalah data sementara. Menurutnya, kemungkinan jumlah korban bisa bertambah. Ia menjelaskan, korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa dan tersapu tsunami.

”Korban meninggal harus segera dimakamkan karena kondisinya sudah membusuk. Korban akan dimakamkan secara massal. Prosesi pemakanan akan dilakukan seperti ketika pemakaman massal korban gempa dan tsunami di Aceh dan erupsi Merapi,” paparnya.(fin)

Rekomendasi Berita