oleh

70 Persen Peserta Suluk Warga Sumsel

LINGGAU POS ONLINE, CURUP- 70 persen jemaah Pengajian Thoriqoh Naqsyabandiyah atau Suluk merupakan warga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengajian Thoriqoh Naqsyabandiyah Kemas Rezi, di sela-sela pembukaan pengajian Suluk Sabtu malam (19/5).

Paling banyak peserta dari Sumsel, ada dari Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), Prabumulih, Musi Rawas, Empat Lawang, Lubuklinggau dan lainnya. Untuk gelombang pertama pelaksanaan Suluk ini setidaknya ada 486 peserta dan dipusatkan di Gedung Thoriqoh Naqsyabandiyah Desa Sukadatang.

Peserta suluk pada gelombang pertama di 6 gedung suluk se-Indonesia yakni sebanyak 972 orang. Diantaranya, di gedung suluk di Sijunjung 152 peserta, kemudian di Kaur 198 orang, lalu di gedung suluk Gajah Mati Muko-muko 90 orang. Selanjutnya untuk peserta suluk di gedung Pulau Mudo sebanyak 26 peserta dan di Kendari sebanyak 26 peserta.

Jemaah Thoriqoh Naqsyabandiyah yang sudah terdaftar se-Indonesia belum termasuk peserta yang baru tahun 2018 ini yakni sebanyak 195.830 orang. Kemas juga menjelaskan, dalam pelaksanaan pengajian Suluk ini pihaknya tidak pernah memasukan proposal kelembagaan pemerintah ataupun Partai Politik (Parpol).

“Belum pernah selembar pun proposal kita sampaikan pada lembaga pemerintah, pembangunan kita lakukan murni untuk ibadah,” ungkapnya.

Ia juga berharap, dalam pelaksanaan pengajian suluk ini peserta bisa memanfaatkan kesempatan untuk menjalankan ibadah dengan baik.

“Saya harap peserta bisa memanfaatkan momen ini untuk ibadah, sebab masih banyak peserta yang masih antre untuk mengikuti pengajian ini,” katanya.

Di bagian lain, Rusdi Bakar, staf ahli Gubernur Bengkulu mewakili Gubernur Bengkulu hadir dalam kegiatan pembukaan pengajian Suluk gelombang pertama ini meminta pada kalangan peserta dan panitia untuk menjaga kesehatannya.

“Saya harap panitia dan pihak terkait untuk terus memantau terutama pada segi kesehatan. Kalau ada yang sakit segera melaporkan pada petugas kesehatan yang pihak terkait lainnya,” harapnya. Senada disampaikan Asisten I Setdakab Rejang Lebong Pranoto mewakili Bupati Rejang Lebong, DR H A Hijazi.

Dijelaskan Pranoto, pengajian suluk ini merupakan salah satu pembangunan nonfisik.

“Selain pembangunan fisik, digencarkan pemerintah juga ada pembangunan nonfisik, pengajian inilah salah satu kegiatan pembangunan nonfisik,”ungkapnya.

Pranoto juga meminta agar panitia dan peserta untuk bisa menjaga kesehatan jika mengalami sakit.

“Ada sekitar 8 puskesmas yang dilibatkan untuk membantu memberikan pelayanan kesehatan pada peserta Suluk ini,” katanya.

Pantauan Linggau Pos, dalam pembukaan pengajian suluk Thoriqoh Naqsyabandiyah gelombang pertama resmi dibuka. Dalam pembukaan pengajian tersebut dihadiri pihak Pemprov Bengkulu juga dihadiri Pemkab Rejang Lebong, Polres Rejang Lebong, Kodim 0409 Rejang Lebong, Kemenag Provinsi dan Kabupaten, Kesbagpol dan pihak terkait lainnya.

Kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh guru besar pengajian suluk Thoriqoh Naqsyabandiyah Buya Syekh Muhammad Rasyidsyah Fandi.(09)

Rekomendasi Berita