oleh

7 Pengidap HIV/AIDS Meninggal

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Lima tahun terakhir dari 41 orang yang menderita Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), tujuh diantaranya meninggal dunia.

“Penderita HIV/AIDS ini sulit dideteksi, makanya kita ada program khusus saat ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Musi Rawas, Hj Mifta Hulummi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Edward kepada Linggau Pos, Senin (27/11).

Meski sudah ada yang meninggal, namun dalam kasus HIV/AIDS Edward memastikan tidak bisa masuk Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan virusnya terdeteksi secara pelan-pelan.

“Tidak seperti demam berdarah yang mewabah, kalau HIV/AIDS ini pelan-pelan terinfeksinya. Bahkan penyakitnya bisa saja terdeteksi lima tahun yang akan datang,”ungkapnya.

Menurut Edward, 41 orang penderita HIV/AIDS tidak seluruhnya terinfeksi dari Musi Rawas, namun banyak juga diperoleh dari luar daerah seperti Jakarta dan Batam. Sehingga, ketika sakit maka warga ini pulang ke Musi Rawas, namun ada juga yang terinfeksi di Musi Rawas.

“Dengan banyaknya jumlah pengidap, secara otomatis kita menetapkan kalau masalah ini sangat berbahaya. Maka dari itu, kita meminta kepada masyarakat yang kira-kira berisiko terkena HIV/AIDS supaya melakukan pendeteksian sedini mungkin,” pintanya.

Apalagi di Musi Rawas, sudah ada tiga tempat yang menyediakan tempat pemeriksaan secara sukarela dan gratis yaitu di RS Sobirin, Puskesmas Megang Sakti dan Puskesmas Cecar. SDM yang menangani pemeriksaan ini sudah melakukan pelatihan.

“Kita dari Dinkes juga sudah memiliki target pemeriksaan, di mana semua ibu hamil di Musi Rawas, penderita TBC wajib, kemudian Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender/Transeksual (LGBT) dan orang-orang yang menggunakan jarum suntik secara sembarangan wajib dilakukan pemeriksaan HIV/AIDS,”ucapnya

Bahkan, dalam rangka memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desmeber 2017 nanti, 30 November 2017 ini, Dinkes akan melakukan pemeriksaan pendeteksian sejak dini bagi warga Lapas Narkoba.

“Bahkan beberapa bulan lalu juga kita sudah mengumpulkan 24 orang Waria dari Musi Rawas dan Lubuklinggau untuk melakukan pendeteksian HIV/AIDS di RSUD dr Sobirin. Alhamdulillah semuanya negatif, kita juga senang kepada Waria ini, karena secara kesadarannya langsung datang ketika program ini dilakukan,” imbuhnya.

Kemudian, bagi kelompok yang berisiko, atau populasi kunci harus melakukan pemeriksaan. Bahkan pihaknya saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan. Karena sejak usia 15 hingga 45 Tahun harus diberikan pengetahuan komprehensif tentang bahaya HIV/AIDS. (12)

Komentar

Rekomendasi Berita