oleh

68 Sarjana STKIP-PGRI Lubuklinggau Berpredikat Cumlaude

-Pendidikan, Utama-878 dibaca

* Lahirkan 366 Sarjana Pendidikan

2 NOVEMBER 2017 jadi momen bersejarah bagi 366 mahasiswa-mahasiswi STKIP-PGRI Lubuklinggau. Setelah mengikuti proses yudisium dan malam pelepasan 30 Oktober 2017 lalu, kemarin mereka resmi diwisuda.

Sidang senat terbuka dipimpin Ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau, DR H Rudi Erwandi. Disaksikan anggota senat seperti Wakil Ketua I DR Yohana Satinem, Wakil Ketua II Eka, Wakil Ketua III Sukasno, Ketua Jurusan, Ketua Program Studi (Prodi), para dosen juga orang tua/wali wisudawan-wisudawati.

Acara diawali dengan doa yang dikhalifai Muslim (Kepala MTsN Lubuklinggau). Sekaligus mengirim Alfatiha untuk wisudawati cumlaude Ria Meidina yang meninggal jelang wisuda.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar, Wakil Ketua YPLP PT PGRI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) A Rivai, Wakil Ketua PGRI Provinsi Sumsel M Room, Wakil Koordinator Kopertis Wilayah II Hj Rustinah, Ketua Himpunan STKIP-PGRI Lubuklinggau Hj Santi Mariami, mitra perbankan, juga pimpinan PTS/PTAI di Kota Lubuklinggau.
Pada momen itu, DR H Rudi Erwandi menuturkan, 366 mahasiswa yang diwisuda kemarin terdiri dari 97 orang dari Prodi Pendidikan Biologi. Dari jumlah tersebut, 27 wisudawan menyandang predikat cumlaude. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertingginya Erma Hidayah dengan IPK 3,97.

Sementara dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ada 62 orang yang diwisuda. Delapan diantaranya menyandang gelar cumlaude, dan IPK tertinggi 3,81 diraih Reni Oktavia.

Dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris ada 64 mahasiswa yang diwisuda. 15 Diantaranya menyandang predikat cumlaude. IPK tertinggi 3,91 diraih Ahmad Fadli.

Untuk Prodi Pendidikan Sejarah ada 40 mahasiswa yang diwisuda, empat diantaranya menyandang predikat cumlaude. Seven Rianto Gulo meraih IPK tertinggi 3,87.

Sementara dari Prodi Pendidikan Fisika dari 32 mahasiswa yang diwisuda, lima diantaranya berpredikat cumlaude, dan IPK tertinggi 3,80 diraih Eviani.

Selain itu, untuk Prodi Pendidikan Matematika ada 71 mahasiswa yang diwisuda, sembilan diantaranya berpredikat cumlaude. Dan Cahyono yang berhasil meraih IPK tertinggi 3,79.

Dari 366 wisudawan, 68 atau 24,9% meraih predikat cumlaude. Dengan raihan IPK tertinggi 3,97 atas nama Erma Hidayah dari Prodi Pendidikan Biologi.

Dengan diwisudanya 366 mahasiswa tadi, sehingga alumni kampus yang berdiri sejak 1987 ini berjumlah 6.345 orang.

Masih pada kesempatan yang sama, H Rudi Erwandi memaparkan waktu tempuh studi tercepat pada Wisuda Angkatan 33 ini 3 tahun 11 bulan dicapai Ade Tri Utami Kesumah Putri dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara lulusan termuda 20 tahun 2 bulan dicapai mahasiswa atas nama Dwi Susanto dari Prodi Bahasa Inggris. Jumlah alumni saat ini 6.345 orang rata-rata lama studi mahasiswa 4 tahun 11 bulan.

“Pesan saya, kepada seluruh alumni untuk menjaga nama baik diri, keluarga dan kampus. Diharapkan kepada para wisudawan untuk bergabung dengan IKA alumni STKIP-PGRI Lubuklinggau yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, 22 Juni 2017 lalu merupakan Diesnatalis STKIP-PGRI. Ia bersyukur hingga usia 30 tahun lebih, kampus yang terletak di Jalan Mayor Toha, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini masih dapat eksis mengabdikan diri sebagai lembaga pendidikan, turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Selaras dengan tema Diesnatalis itu, H Rudi Erwandi optimis ‘STKIP-PGRI Lubuklinggau Siap Bersaing Tingkat Nasional’.

Di hadapan tamu undangan, H Rudi Erwandi menjelaskan pencapaian besar yang diraih oleh STKIP-PGRI selama ini. Diantaranya Prodi Pendidikan Sejarah, Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Biologi telah terakreditasi B. Sementara Pendidikan Bahasa Inggris masih terakreditasi C, dan sedang menunggu hasil visitasi. Sementara dua Prodi baru, yakni Pendidikan Guru SD, dan Pendidikan Olahraga dalam proses re akreditasi.

“Yang membuat kami lebih bersyukur lagi, institusi STKIP-PGRI juga telah terakreditasi B. Dengan begitu, kami bersama 105 dosen dan staf akan terus berjuang untuk memberikan layanan terbaik, terutama untuk 2.653 mahasiswa yang sedang menimba ilmu saat ini,” jelasnya.

Salah satu bukti kesungguhan itu, menghasilkan prestasi bagi mahasiswa. Diantaranya Juara I ONMIPA Dikti Tingkat Nasional atas nama Ayu Nawang Wulan Prodi Biologi, masuk 20 besar mewakili Sumbagsel dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa Indonesia Dikti di Bekasi atas nama Ade Wulandari dan Dede Kurniasih dan masih banyak lagi.

Wakil Ketua YPLP PT PGRI Provinsi Sumsel, A Rivai mengapresiasi pencapaian STKIP-PGRI Lubuklinggau hingga saat ini. Ia bersyukur, berkat pengelolaan yang baik, kampus yang dipelopori Alm. H Lukman Nawi dan Alm. H Aidil Fitrisyah itu mampu bertahan dan tetap menjadi kepercayaan masyarakat hingga saat ini.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua PGRI Sumsel, M Room kepada para sarjana ia mengingatkan, agar tidak mudah puas dengan pencapaian saat ini.

“Buktikan di masyarakat. Bahwa kreativitas, ilmu, keterampilan dan sikap kita memang layak menyandang gelar sarjana,” jelasnya.

Sementara Perwakilan Kopertis Wilayah II Hj Rustinah mengajak sarjana untuk multiskill agar diterima di masyarakat.

“Saat ini bukan hanya kecerdasan intelektual yang bisa menjadikan kita bisa diterima di masyarakat. Melainkan juga butuh kecerdasan emosional dan spiritual,” jelasnya.

Apresiasi disampaikan Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar atas kontribusi besar yang telah diberikan STKIP-PGRI Lubuklinggau untuk Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Mencetak generasi yang siap memberikan manfaat bagi masyarakat, dan turut membangun mutu SDM di negeri ini.

H Sulaiman Kohar berharap, para sarjana ini bisa jadi contoh di tengah-tengah masyarakat.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita