oleh

63 Pahlawan Tak Dikenal Berasal dari Lubuklinggau

Peringatan Hari Pahlawan 10 November

Setiap 10 November, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan, termasuk warga Kota Lubuklinggau. Apa pendapat sejarawan, H Suwandi Syam mengenai perjuangan pahlawan di Kota Lubuklinggau?

Laporan Mutiara Rahma, Cereme Taba

Memperingati Hari Pahlawan tahun ini, saya berbincang banyak mengenai tokoh pahlawan dengan bapak Suwandi Syam. Ia mulai mengingat kembali perjuangan para pahlawan berjuang melawan penjajah.

“Setahu saya, pahlawan tidak dikenal saja ada 63 orang di Lubuklinggau. Kalau pahlawan yang dikenal cukup banyak, namun sampai sekarang yang paling ingat ada enam orang satu, diantaranya Letkol Atmo,” kata Suwandi Syam saat istirahat siangnya, di Kelurahan Cereme Taba, Rabu (8/11).

Suwandi sapaan akrabnya menjelaskan, hingga sekarang kuburan Letkol Atmo tidak ditemukan, karena dulunya sebelum dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan sekarang, Letkol Atmo dikuburkan di kawasan RS Dr Sobirin, namun karena dibangun RS Dr Sobirin, maka seluruh makam yang ada di sana, harus dipindahkan.

“Karena dipindahkan, dan digusur untuk dibangun rumah sakit, maka sampai sekarang makam Letkol Atmo tidak diketahui lagi,” tuturnya.

Yang tersisa ditambahkannya, hanya tugu tepat berada di samping rel kereta api. Ia menceritakan, ketika masih duduk di bangku SD, peringatan Hari Pahlawan selalu dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan sekarang sudah diganti menjadi RS Dr Sobirin.

Pada saat ini para pahlawan penjajah dari Jepang dan Belanda, di mana pusat militer Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berada di Lubuklinggau tepatnya di Subkoss.

“Para Pahlawan dulu dalam membela negara tidak ada memikirkan harta benda, karena dulu pahlawan berkomitmen sekali merdeka tetap merdeka, sehingga ketika ada penjajah dari Belanda langsung turun ke lapangan. Sehingga wilayah yang berjuang melawan penjajah itu bukan hanya Surabaya saja, tapi menyebar ke seluruh Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu pada momen peringatan Hari Pahlawan ini, Suwandi meminta kepada pemuda mengingat jasa para Pahlawan. Karena tanpa campur tangan pahlawan dalam merebutkan kemerdekaan, Indonesia tidak akan seperti sekarang. (*)

Komentar

Rekomendasi Berita