oleh

620 Orang Terjangkit TBC

“TB MDR bisa terjadi apabila penderita TBC tidak menyelesaikan pengobatannya hingga tuntas. Penderita TB MDR, tidak mempan lagi dengan obat paket, ia harus memakan obat khusus untuk penderita TB MDR…”

Kabid P2P Dinkes Mura, Edwar Zuliyar

LINGGAU POS ONLINE- 2019 ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura), telah melakukan pelacakan terhadap penderita Tuberculosis (TBC). Hasilnya, dari 789 orang yang dilakukan pelacakan atau skrining ditemukan ada 620 orang positif menderita penyakit tersebut.

“Kita berbicara TBC karena merupakan salah satu penyakit yang bermasalah,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Mura, Edwar Zuliyar, Rabu (18/12).

Edwar menjelaskan, 620 orang ini diobati sesuai dengan tata laksana standar World Health Organization (WHO), yaitu mendapatkan obat anti tuberkulosis. Bahkan, dari jumlah kasus yang ditemukan tersebut terdapat 11 orang menderita TBC Ultiple Drug Resistant (MDR), mereka sudah kebal dengan obat atau tidak bisa lagi diobati dengan obat WHO tadi.

“TB MDR bisa terjadi apabila penderita TBC tidak menyelesaikan pengobatannya hingga tuntas. Penderita TB MDR, tidak mempan lagi dengan obat paket, ia harus memakan obat khusus untuk penderita TB MDR. Ini sudah kami laksanakan dan sudah mendapatkan pelayanan pengobatan di RSUD dr Sobirin, tidak bisa lagi di Puskesmas,” jelasnya.

Adapun ciri-ciri penderita TBC diantaranya, batuk dengan dahak yang banyak, mengalami nyeri pada bagian dada apabila bernafas, hilangnya nafsu makan dan menurunnya berat badan. Tapi, hal ini harus dibuktikan dengan pemeriksaan, dengan membawa dahak yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan di Puskesmas terdekat.

“Jadi, untuk memastikannya, harus dilakukan pemeriksaan dahak terhadap yang bersangkutan. Di situ, akan diketahui apakah terjangkit TBC atau tidak. Kalau terjangkit, akan langsung dilakukan penanganan lebih lanjut, dan tidak perlu khawatir obat tersedia di Puskesmas dan itu gratis. Maka, jangan panik apabila dinyatakan positif menderita TBC, karena bisa sembuh seratus persen, asalkan rutin minum obat,” paparnya.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita