oleh

613 Balita Kurang Gizi

MUSI RAWAS – Dari 12.259 balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), 5 persennya atau sekitar 613 orang berstatus gizi kurang. Data ini dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura periode Februari-Agustus 2018.

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kabupaten Musi Rawas, Hj Mipta Hulummi melalui Sekretaris, M Nizar, Selasa (22/1).

Balita paling banyak yang menderita kurang gizi, di Kecamatan Sumberharta dan Jayaloka.

“Data ini kami dapat sesuai dengan kunjungan balita saat Posyandu ke Puskesmas,” terang Nizar.

Sementara untuk balita penderita stunting gizi kurang terbanyak di Kecamatan Selangit, Ciptodadi, Muara Beliti dan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK).

Menurutnya, untuk menekan tingginya angka stunting ini perlu adanya kesinergisan program bersama dengan sektor terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas PMD, Dinas PPPA, Dinas Dalduk KB, Disperindagsar dan Dinsos agar sinergisitas program lebih terpadu di desa-desa, sehingga menjadi pedoman pelaksanaan bagi desa dan Puskesmas setempat.

Sementara di Kota Lubuklinggau, Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Idris didampingi Kasi Gizi Dinkes Kota Lubuklinggau, Dwi Agnina mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai penanggulangan gizi buruk.

Sosialisasi sudah dilakukan setidaknya di 99 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berada di 72 keluhan yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Kalau sosialisasi secara khusus memang belum pernah. Namun, secara sudah dilakukan di fasilitas-fasilitas kesehatan yang tersebar di 72 kelurahan, mengenai penanggulangan gizi buruk,” kata Dwi Agnina.

Menurutnya, untuk wilayah Kota Lubuklinggau mereka telah menemukan tiga balita yang mengalami gizi buruk. Namun, bukan gizi buruk murni, karena dua balita ada kelainan jantung, dan satunya lagi kena penyakit down syndrome.

“Semuanya sudah kita tanggulangi,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk rutin cek kesehatan para balita di Posyandu, serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Kemudian, kalau ada masyarakat maupun tenaga kesehatan yang mengetahui kondisi tetangganya, segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

*** Gizi Buruk Muratara Menurun

Sementara di Dinkes Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sepanjang tahun 2018 penderita gizi kurang menurun.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Muratara, Ir Ilyas melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Ari, Selasa (22/1).

Menurut Ari, tahun 2017 ada 23 kasus anak gizi buruk dan 2018 turun jadi 22 kasus.

“Terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, namun yang harus diketahui 22 kasus tersebut bukan asli penderita gizi buruk, ada penyebab lain seperti alergi dengan susu dan kurangnya pengetahuan dari orang tuanya” jelasnya.

Berdasarkan data 22 kasus tersebut menyebar pada beberapa kecamatan yang berada di Kabupaten Muratara. Yakni Kecamatan Rupit, Karang Jaya, Rawas Ulu, Nibung, dan Rawas Ilir.

“Jadi kasus tersebut menyebar, namun ada juga kecamatan yang tidak memiliki kasus gizi buruk,” tambahnya.

Saat ini Dinkes Muratara terus melakukan pencegahan agar dapat menekan terjadinya lagi kasus gizi buruk di Muratara.

“Kami rutin melakukan penyuluhan pemberian makanan bergizi seperti pemberian susu, pemberian roti agar dapat menekankan terjadinya kasus gizi buruk,” tutupnya. (rrf/aku/cw3)

Rekomendasi Berita