oleh

60 Warga Binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Ikuti Pesantren Kilat

LINGGAUPOS.CO.ID- Sebanyak 60 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti mengikuti pesantren kilat Ramadan 1442 Hijriyah. Kegiatan yang rutin ini dilaksanakan untuk meningkatkan iman dan taqwa para warga binaan, Kamis (22/4/2021).

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rudik Erminanto mengatakan,”Kegiatan ini sama halnya dengan masyarakat pada umumnya, para warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti juga ikut merayakan bulan suci ramadan,”katanya.

“Untuk kegiatan selama bulan suci ramadan sama, dimana warga binaan berpuasa dan melaksanakan salat tarawih berjamaah,” katanya.

Dikatakannya, seperti Ramadan sebelum-sebelumnya, tahun ini Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas melaksanakan pesantren kilat bagi warga binaannya.

“Setiap tahun kita melaksanakan pesantren kilat selama Ramadan, dengan pematerinya kita bekerjasama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Mura,”ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam kegiatan tersebut, warga binaan akan mengikuti beberapa kegiatan keagamaan, mulai dari mengaji, dan warga binaan juga diajarkan tentang ilmu fiqih, tauhid serta tata cara sholat dan lain sebagainya.

“Kegiatan tahun ini diikuti sebanyak 60 warga binaan, yang dibagi menjadi empat kelompok. Mereka yang ikut merupakan warga binaan yang memiliki semangat tinggi, untuk belajar dan berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk kegiatan tersebut bertujuan meningkatalan keimanan dan ketaqwaan, para warga binaan. Sedangkan untuk pelaksanaan secara rutin setiap Senin hingga Kamis, mulai pukul 09.00 WIB sampai memasuki waktu Dzuhur.

“Kegiatan ini kami pusatkan di Masjid At-Taubah yang berada di dalam Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Kami bekerjasama dengan Kemenag, sekolah tinggi dan juga pesantren sebagai pengajar di pesantren kilat tersebut,” tegasnya.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan pesantren kilat tersebut, diharapkan para warga binaan bisa mengetahui ajaran agama Islam dan bemanfaat bagi warga binaan itu sendiri, sehingga ketika selesai menjalani hukuman, dapat menjadi orang yang berguna untuk keluarganya dan juga masyarakat lainnya,”tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita