oleh

58 Perempuan dan Anak di Musi Rawas Jadi Korban Kekerasan

LINGGAU POS ONLINE – 58 Perempuan dan anak di Kabupaten Musi Rawas (Mura) jadi korban kekerasan. 31 orang masuk dalam catatan kasus kejadian 2018 dan 27 korban masuk catatan kasus kekerasan 2017.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)Kabupaten Mura, Jamil Kamal, Jumat (6/9).

“Dari 58 kasus itu merata terjadi di 14 kecamatan. Sayangnya kalau kasus 2019 belum terdata semua,” jelasnya.

Guna menekan sekaligus mencegah kasus perempuan dan anak, pihaknya melakukan sosialisasi bersama dengan pihak PKK dan kecamatan di Kabupaten Mura mengenai dampak dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Selain itu saat melakukan sosialisasi, apabila ada oknum yang terlibat kekerasan terhadap perempuan dan anak akan dikenakan sanksi hingga pidana,” imbuh bapak yang karib dipanggil Jamil itu.

Pendampingan dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbub) No.30 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak. Kemudian ditambah dengan Peraturan Daerah

(Perda) No.5 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kota/Kabupaten Layak Anak (KLA), serta Perda No.4 Tahun 2018, tentang  Penyelenggara Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan.

“Dengan acuan Perbup dan Perda tidak lain bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelasnya.

Pihaknya juga membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), yang melibatkan kades beserta perangkat desa. Dan disinggung daerah mana yang rentan sekaligus banyak laporan kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Kalau dilihat dari data dan laporan, kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Muara Beliti, dan Megang Sakti. Serta pelakunya rata-rata orang terdekat dengan korban bisa tetangga bahkan masih anggota keluarganya sendiri,” jelasnya.

“Laporan Daulat”

Rekomendasi Berita