oleh

58 Depot Damiu Ilegal

Alasan Hanya Laku 10 Galon Per Hari

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Usaha Depot Air Isi Ulang (Damiu) di Kota Lubuklinggau sebanyak 114 depot, namun hanya 28 depot saja izin usahanya masih berlaku. 25 diantaranya habis masa berlaku, dan 58 lainnya tidak mengantongi izin usaha.

Alasan pelaku usaha, biaya pengurusan izin tidak sebanding dengan omzet mereka setiap hari. Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Eli Rosida dan Kasi Kesehatan Lingkungan, Firgus kepada wartawan, Rabu (25/4) mengatakan, pelaku usaha mengaku per hari hanya laku 10 galon.

“Itu sudah menjadi tugas kami melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dengan mengadu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 43 Tahun 2014. Jadi baik yang sudah memiliki izin atau belum tetap kami datangi,” jelas Firgus.

Ditambahkan Firgus, pihaknya sudah memberikan teguran kepada pelaku usaha Damiu yang masa berlaku izinnya habis dan belum mengantongi izin. Hal ini mengacu pada Pasal No.23 Permenkes No.43 Tahun 2014.

Ditambahkan Firgus, sebagian besar pelaku usaha yang belum mengantongi izin beralasan omzet yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan biaya pengurusan izin.

“Menurut pengakuan mereka satu hari hanya mampu menjual 10 galon isi ulang, sementara untuk mendapatkan izin pelaku usaha wajib untuk melakukan uji laboratorium dengan biaya yang sudah ditetapkan pemerintah. Intinya biaya yang mereka keluhkan, dan itu bukan wewenang Dinkes Kota Lubuklinggau. Mengingat pengeluaran izin berkaitan dengan SKPD lainnya,” tambah pria tinggi ini.

Menurut Firgus, berdasarkan uji laboratorium sumber air yang digunakan pelaku usaha masih aman untuk dikonsumsi. Sebagian besar pelaku usaha memanfaatkan sumur bor sebagai sumber airnya.

Setiap kunjungan ke pelaku usaha, pihak Dinkes Kota Lubuklinggau mengajukan 38 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan memiliki poin penilaian, untuk menentukan apakah pelaku usaha layak untuk dikeluarkan izinnya atau tidak. Jika izinnya sudah ada, apakah pantas untuk diperpanjang atau tidak.

Terpisah, Sekda Kota Lubuklinggau, H Rahman Sani pelaku usaha harus segera mengurus izin. Dan SKPD terkait, baik Dinas Perizinan, maupun Dinkes Kota Lubuklinggau akan membantu pelaku usaha.

“Yang belum segera urus izin, kita juga tidak akan mempersulit,” ungkap Rahman Sani.(07)

Rekomendasi Berita