oleh

57 PAUD Masih Numpang

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Percepatan pertumbuhan jumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Musi Rawas cukup signifikan. Pemenuhan program satu desa satu PAUD tercapai di tahun 2016.

“Kini dari 199 desa dan kelurahan di Musi Rawas, kami sudah memiliki 284 PAUD,” tutur Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto melalui Kabid Pendidikan Non Formal (PNF), Ngatino, Kamis (11/1).

Namun, kata Ngatino, dari jumlah itu sampai akhir 2017 kemarin, baru 227 PAUD yang mempunyai gedung sendiri. Sementara 57 lainnya belum.

“Yang belum punya gedung ini, mereka sewa atau pinjam. Jadi sifatnya masih numpang,” jelas Ngatino.

Menurutnya, ini penting menjadi perhatian pemerintah. Terutama untuk dibangun gedung PAUD baik melalui dana APBN maupun melalui Dana APBD.

“Ya, kami menyadari keterbatasan dana APBD Kabupaten Musi Rawas kami harap pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Dirjen PAUD dan Dikmas Dana APBN untuk membangun gedung PAUD di Kabupaten Musi Rawas yang belum tersentuh dana APBD Kabupaten Musi Rawas,” jelas Ngatino.

Selain masalah gedung, PAUD di Musi Rawas juga masih terkendala masalah Alat Permainan Edukatif (APE).

“Tahun 2016 lalu memang kami dapat bantuan tiga paket APE dari APBD Provinsi Sumsel. Lalu tahun 2017 dapat bantuan 50 paket APE dari APBD Musi Rawas. Nah, ini baru bisa disalurkan untuk 53 lembaga PAUD. Sementara 231 PAUD lainnya belum mempunyai APE,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap pihak Kemendikbud melalui dirjen PAUD dan Dikmas dapat melalui dana APBN untuk membantu pengadaan APE untuk PAUD di Musi Rawas.

Menurut Ngatino, APE ini penting. Untuk menstimulasi dan merangsang daya kreativitas anak.

“Dengan memakai APE, proses belajar anak PAUD lebih semangat. Karena APE membantu guru dalam memperagakan materi yang akan disampaikan,” imbuhnya. (05)

Komentar

Rekomendasi Berita