oleh

499 KPM PKH Musi Rawas Dikeluarkan

LINGGAU POS ONLINE – Pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) telah mengeluarkan 499 KPM PKH yang sudah tidak memenuhi syarat, jumlah ini tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Sebab, syarat untuk dapat program bantuan ini berada dibawah garis kemiskinan, dan memiliki tanggungan, seperti ibu hamil, serta memiliki anak yang masih sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Maka pada tahap IV ini jumlah KPM PKH berjumlah 16.840 orang.

Hal ini disampaikan kepala Dinas Sosial (Dinsos), Agus Susanto melalui Kabid Organisasi dan Bantuan Sosial (Orbansos), Evan Saipani kepada Selasa (13/8).

Evan menjelaskan, sebelum dikeluarkan sebagai KPM PKH, sebenarnya KPM sudah mengetahui bila mereka akan dikeluarkan, karena sudah tidak memenuhi syarat yang sudah ditetapkan tersebut. Apalagi, setiap bulan selalu dilakukan rapat antara pendamping dengan KPM PKH, sehingga para KPM sudah mengetahui kalau mereka sudah tidak bisa lagi menerima program PKH. Bahkan, setiap dilakukannya pertemuan dengan para penerima PKH, pendamping membuat arsip baik berupa foto maupun daftar hadir, sebagai bahan laporan mereka terkait adanya penerima yang sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan program tersebut.

“Semua KPM sudah tahu, jadi tidak ada gejolak ketika nama mereka dikeluarkan sebagai penerima PKH,”jelasnya.

Meskipun demikian, tetap ada kendala teknis yang terjadi di lapangan salah satunya yang terjadi pada Senin (12/8), sejumlah ibu-ibu warga Desa Leban Jaya, Kecamatan Tuah Negeri mendatangi Dinsos Mura. Hal itu dilakukan mereka dana PKH mereka belum masuk ke rekening.

“Ini masalah tersendiri, karena dana yang masuk dari pusat (Kemensos, red). Memang, kadang dana yang turun tersebut tidak serentak, dan inilah yang dialami masyarakat Leban Jaya. Bisa dipastikan, kalau nama mereka belum dihapus dari KPM PKH, masih akan menerima bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat di wilayah Kecamatan Muara Lakitan, inisial WT mengatakan kalau saat ini namanya sudah dihapus dari KPM PKH, karena semua anaknya sudah tamat SMA.

Ia menjelaskan, dikeluarkannya namanya dari PKH sudah diketahuinya dari arahan yang kerap disampaikan pendamping PKH. (aku)

Rekomendasi Berita