oleh

42 KPM PKH Lubuklinggau Mundur

LINGGAU POS ONLINE- Terdata hingga kemarin, 47 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) mengundurkan diri. Salah satu alasannya, adanya rencana pemasangan stiker setiap rumah KPM PKH.

Selain itu Ketua Pendamping PKH Kota Lubuklinggau, Yudha menjelaskan beberapa penyebab KPM mundur karena sudah punya usaha, sadar masih muda, merasa masih bisa berusaha untuk memenuhi kebutuhan serta sadar karena setiap pertemuan kelompok, mendapat bimbingan dari pendamping PKH.

Ketua Pendamping PKH Kota Lubuklinggau, Yudha membenarkan tujuan pemasangan stiker di rumah KPM PKH, agar mereka yang sudah tidak layak menerima merasa malu dan mau mengundurkan diri untuk menerima bantuan ini.

“Karena saat ini, masih minim KPM yang mau dengan suka rela mengundurkan diri ketika sudah tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan untuk menerima PKH,” tegas Yudha.

Setiap tiga bulan sekali dilanjutkan Yudha, pendamping PKH melakukan verifikasi ke setiap rumah KPM PKH. Dan untuk tahun ini, penerima PKH Kota Lubuklinggau sebanyak 6.696 KPM. Belum lama ini, pihaknya baru mulai mencairkan PKH tahap IV.

Berdasarkan data, untuk Kecamatan Lubuklinggau Utara I sebanyak 615 KPM, Lubuklinggau Selatan II 461 KPM, Lubuklinggau Barat I sebanyak 1.251 KPM, Kecamatan Lubuklinggau Barat II sebanyak 798 KPM. Selanjutnya untuk Lubuklinggau Timur I sebanyak 421 KPM, Lubuklinggau Timur II sebanyak 1.214 KPM, Lubuklinggau Utara II sebanyak 986 KPM dan Lubuklinggau Selatan I sebanyak 942 KPM.

“2020 Lubuklinggau mendapat tambahan kuota sebanyak 1.515 dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI. Setelah divalidasi menjadi 1.005 KPM yang dianggap layak. Sehingga kemungkinan tahun 2020, penerima PKH kita sebanyak 7587,” ungkap Yudha.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kota Lubuklinggau, AH Ritonga menjelaskan pemasangan stiker baru akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau pada 2020 mendatang. Pasalnya, tahun ini pihak Dinsos belum memiliki anggaran.

Namun pihaknya melalui pendamping PKH sudah melakukan sosialisasi ke masing-masing KPM PKH. Dampaknya pun dilanjutkan Ritonga kini mulai dirasakan.

“Setelah kita sosialisasikan, ada beberapa KPM PKH ada yang sudah mawas diri dan memilih untuk mundur. Namun ada juga yang pura-pura tidak tahu,” ungkapnya.

Tujuan dari pemasangan stiker ini dilanjutkan Ritonga, untuk mengedukasi KPM PKH. Mereka yang merasa tidak pantas lagi menerima PKH, malu ketika rumahnya dipasang stiker. Dan ini juga berdasarkan surat edaran dari Kemensos RI No.1000/LJS/HM.01/6/2019 tentang labelisasi KPM PKH. Salah satu isinya mendukung pemasangan stiker dengan penggunaan kata ‘Keluarga Pra Sejahtera’

“Ya tujuan kita untuk mengedukasi, sehingga penyaluran PKH ini betul-betul tepat sasaran,” tegas Ritonga.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita