oleh

400 Perawat Belum Miliki STR

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PEMIRI – Perawat yang merupakan salah satu tenaga medis pada tingkat layanan pertama yang ada di fasilitas kesehatan. Baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit, perawat wajib memiliki Surat Tanda Register (STR).

Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Lubuklinggau, H Jhon Feri, S.Kep.Ns, M.Kes, Minggu (25/3) mengungkapkan, di Kota Lubuklinggau ada sekitar 1.300 perawat yang bertugas.

Dan 800 diantaranya sudah mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR), yang terdata di keanggotaan Nasional.

“Jadi kalau sudah terdaftar secara nasional sudah resmi jadi anggota PPNI. Nah, beberapa yang belum terdaftar ini biasanya memang belum bekerja atau baru tamat. Namun, saat ini bagi mereka yang akan memasuki dunia kerja, pusat layanan kesehatan sudah mewajibkan setiap perawat memiliki STR,” jelas Jhon Feri, Minggu (25/3).

Jadi, lanjutnya, menurut Undang-undang (UU) tentang kesehatan, pusat layanan kesehatan dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki STR.

“Tidak hanya perawat, bahkan seluruh tenaga medis diwajibkan memiliki STR, sebelum bekerja pada tingkat pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya

Kalaupun ada yang belum punya STR, kata Jhon Feri, tapi bekerja di Puskesmas atau di Rumah Sakit, pasti mereka tidak melayani masyarakat dalam hal kesehatan.

Tetapi mereka sebagai administrasinya atau bagian lain, yang tidak berkaitan langsung dengan layanan masyarakat.

Ia menyampaikan, setelah memiliki STR, maka perawat tersebut sudah dianggap kompeten untuk melaksanakan tugas dan kewajiban profesinya sebagi perawat. Karena, untuk mendapatkan STR ada beberapa syarat ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan profesi keperawatan.

“Insya Allah, di Kota Lubuklinggau semua perawat yang bersentuhan langsung dengan layanan kesehatan masyarakat sudah punya STR,” imbaunya.

Untuk mendapatkan STR, kata Jhon Feri, bagi yang lulus kuliah terhitung tanggal 1 Agustus 2013 wajib ikut Uji Kompetensi.

“Bagi yang lulus di bawahnya sekarang ngurus langsung ke MTKP di Provinsi TK I. Sementara dahulu di bawah tahun 2014, PPNI yang bantu pembuatan STR. Kalau sekarang tidak. Karena sudah ada yang berwenang, untuk MKTI tingkat pusat dan MKTP di tingkat Provinsi,” jelasnya lagi.

Bila sudah lulus uji kompetensi, kata Jhon Feri, biasanya setelah 3 bulan setelah pengurusan administrasi, STR sudah keluar.

“Saat ini masih tertulis PBT Paper Base Test dan belum Praktik. Kalau perawat ini dikatakan kompeten maka akan mendapatkan STR,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang perawat RS DR Sobirin Lubuklinggau, Vitha (24) mengatakan, ia sudah tiga tahun bekerja di RS DR Sobirin, tepatnya di ruang melati sebagai perawat. Dan sudah 2 tahun mempunyai STR.

“Memang ia, kalau mau masuk jadi perawat di RS ini harus memiliki STR. Kalau kita ketahuan bekerja dan tidak memiliki STR pasti diberhentikan, kalau di ruangan tempat saya bekerja, alhamdulillah sudah memiliki STR semua ” jelasnya. (04/02)

Rekomendasi Berita