oleh

357 Napi Lapas Narkoba Muara Beliti Diusulkan Dapat Remisi

LINGGAUPOS.CO.ID – Sedikitnya 357 Napi Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, diusulkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenkumHAM RI) untuk menerima remisi Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Demikian disampaikan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Rudik Erminanto melalui Kasi Binadik, Triana Agustin, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan, ada dua kategori calon penerima remisi yakni RK 1 atau Napi yang mendapat remisi sebagian atau potongan masa tahanan sebanyak 353 Napi. Rinciannya remisi 15 hari sebanyak 18 Napi, satu bulan 212 Napi, satu bulan 15 hari 108 Napi dan dua bulan 15 orang.

“Lalu kategori kedua, remisi RK II hanya empat orang. Untuk remisi RK II, harus bebas. Karena tidak sanggup membayar denda, maka harus menjalani pidana kurungan. Rinciannya satu bulan satu orang dan satu bulan 15 hari tiga orang,” sebut dia.

Ia menerangkan, syarat Napi bisa menerima remisi diantaranya harus berkelakuan baik, tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Terhitung sebelum tanggal pemberian remisi dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik.

“Syarat lainnya, napi telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan, remisi tidak diberikan bagi Napi dan anak didik yang sedang menjalani cuti menjelang bebas dan dijatuhi kurungan sebagai pengganti pidana denda,” jelasnya.

Ia menambahkan, para napi calon penerima remisi harus melampirkan fotocopy kutipan putusan hakim dan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan. Lalu melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani kurungan pengganti pidana denda dari Kalapas.

“Napi juga wajib melampirkan surat keterangan tidak sedang menjalani Cuti Menjelang Bebas dari Kepala Lapas, melampirkan salinan register F dari Kepala Lapas, dan melampirkan salinan daftar perubahan dari Kepala Lapas,” ungkapnya.

Selain itu sambung ia, ada tambahan bagi Napi tindak pidana terorisme, narkotika dan precursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan HAM yang berat, kejahatan transnasional, dan kejahatan terhadap keamanan negara, melampirkan serta mengisi surat keterangan bersedia berkerjasama untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya yang ditetapkan oleh instansi penegak hukum.

“Terkahir, surat keterangan telah mengikuti program deradikalisasi dari Kepala Lapas atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, serta melampirkan bukti telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan Pengadilan (bagi Narapidana Korupsi),” pungkasnya.

Untuk diketahui, hingga Rabu (13/5/2020) jumlah warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti mencapai 798 orang. Baik berstatus tahanan maupun Napi, ditambah 10 orang tahanan titipan Polres Mura. (*)
Sumber Musirawas Ekspres

Rekomendasi Berita