oleh

35 Persen Penerima PIP Belum Tersalurkan

Untuk 8.756 Siswa

LINGGAU POS ONLINE, CURUP – Dari total besaran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong untuk 8.756 pelajar, ternyata 35 % belum tersalurkan.

Hal itu dibenarkan Kabid Pengelolaan Sekolah Dasar Disdikbud Rejang Lebong, Deri Efendi didampingi Staf Pengelolaan Data Disdikbud Al Fajar, Jumat (29/12).

Fajar menyebutkan besaran masing-masing pelajar kurang mampu mulai dari kelas I sampai kelas VI tingkat SD ini mulai dari Rp 225.000 hingga Rp 450.000 per tahun.

“Yang belum tersalurkan ini selain tahun 2017 ada juga yang belum tersalurkan dari tahun 2016,” jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses penyaluran PIP ini pada masyarakat kurang mampu. Diantaranya tidak dilibatkannya pihak sekolah untuk membantu para penerima dana PIP sehingga sekolah hanya menyampaikan nama-nama yang mendapatkan bantuan PIP ini dari pemerintah pusat.

“Sekolah hanya menerima nama-nama penerima bantuan PIP, sementara penerima mengurus sendiri persyaratan hingga pencairan bantuan tersebut ke bank-bank yang ada di Rejang Lebong,” paparnya.

Meski demikian, ada sekolah yang dengan sukarela membantu proses penerimaan bantuan ini tanpa diberi imbalan.

Dipaparkan, dalam penyaluran PIP ini, terbagi menjadi delapan tahap.

“Kalau proses mendapatkan PIP ini pertama mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan oleh Kementerian KIP ini disebarkan ke kelurahan dan masyarakat, setelah masyarakat mendapat sekolah menginput dan di-uploud ke Dapodik dan disampaikan ke server pusat. Nanti dari pusat akan mengembalikan ke dinas pendidikan dan sekolah untuk menyampaikan siswa yang mendapat PIP,” paparnya.

Kendala lainnya dihadapi, katanya, anak penerima PIP ini harus ke bank dan anak harus memiliki KK, KTP orang tua.

“Ada anak yang tidak memiliki KK dan tidak memiliki KTP orang tua dan pihak sekolah sulit untuk membantu mencairkan. Contoh anak panti asuhan di SD Suban Ayam ada 19 anak yang belum mendapatkan bantuan ini dan kita masih konfirmasi ke pusat, bagaimana cara anak yang masuk sebagai penerima PIP ini bisa mencairkan sementara mereka orang tuanya tidak tahu dan sampai sekarang belum ada solusi dari pusat, sementara anak-anak panti ini sangat membutuhkan bantuan,” tambahnya.

Ia juga mengaku, di Rejang Lebong, penyerapan PIP ini menjadi sorotan lantaran masih rendah.

“Kita harap pihak sekolah jangan sampai ada yang menghambat serapan kita terendah, ada juga yang tidak bisa dicairkan lantaran siswanya sudah tidak tahu lagi di mana tapi didata Dapodik masih ada. Pihak sekolah tidak dilibatkan langsung cuma mendapat rekomendasi. Pihak sekolah juga tidak bisa mengambil paling hanya mengantar siswa yang bersangkutan ke bank,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, serapan PIP yang masih rendah di 15 kecamatan tersebar.

“Di kawasan kota juga banyak belum tersebar. Ada juga yang dari kawasan Kecamatan PUT dan Kota Padang yang jaraknya lumayan jauh menuju Bank, kedepan kita upayakan bukan penerima yang ke bank, namun pihak bank yang ke sekolah-sekolah,” sarannya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita