oleh

33 Titik Hotspot Terpantau

LINGGAU POS ONINE, MUSI RAWAS – Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) mesti diwaspadai, apalagi sudah memasuk musim kemarau. Terpantau 33 titik api (Hotspot) di ‘Bumi Lan Serasan Sekentenan’ sejak Januari-Agustus 2018.

Data ini berdasarkan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional  (LAPAN) dan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel. Mendapatkan kondisi ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mura turun ke lapangan, guna melakukan sosialisasi dan pemasangan banner pelarangan Karhutla di pemukiman masyarakat.

Bagi pelaku pembakaran hutan, akan dikenakan pasal berlapis karena telah melakukan tindak pidana dengan ancaman Pasal 187 KUHP apabila sengaja menimbulkan kebakaran sanksi pidana kurungan 12 tahun penjara.

Dalam Pasal 188 KUHP, apabila melakukan kesalahan yang menyebabkan kebakaran disanksi pidana 5 tahun penjara. Lalu setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mura, Paisol mengatakan bahwa Januari hingga Mei terpantau 10 titik hotspot, Juni 11 titik. Lalu masuk Juli hingga Agustus ada 12 titik hotspot, sehingga ditotalkan menjadi 33 hotspot.

Tapi, ada hotspot belum terpantau api pembakaran, karena dilihat dari confidence atau akuratisasinya. Jika Confidence di atas 80 persen kemungkinan besar ada hotspot. Tapi jika dibawa itu baru titik panas.

“Kendati baru hotspot maka personil TRC BPBD Mura langsung turun door to door ke pemukiman masyarakat, dengan menyosialisasikan pelarangan Karhutla,” kata Paisol belum lama ini, Minggu (16/9).

Sanksi tegas bagi pelaku pembakaran dan pemilik lahan, sudah ada yang diproses secara hukum oleh polisi.

“Kita harapkan semua elemen pembangunan baik pemerintah daerah hingga ke aparatur kecamatan dan desa. Mari bersama-sama memberikan imbauan, untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” imbau Paisol. (dlt)

Rekomendasi Berita