oleh

300 Pohon Ditebang Tetangga

Mamasim Polisikan Maruk

LINGGAU POS ONLINE, LAHAT – Mamasim (75) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur kesal. Pasalnya tanah kebun miliknya dirusak tetangganya, Maruk (40) warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur.

Lebih kurang 300 pohon kopi ditambah lagi pohon jengkol dan pohon lainnya, ditebang oleh Maruk. Sehingga membuat dirinya harus melaporkan Maruk ke pihak kepolisian.

“Kejadian ini sudah saya laporkan ke pihak kepolisian di Polsek Merapi Barat, karena Maruk sudah menebang pohon di kebun milik saya tanpa seizin saya. Apalagi waktu ia melakukan penebangan pohon itu, saya tidak berada di rumah karena saya waktu itu berada di Pagaralam. Tahu-tahu waktu saya pulang ke dusun Gunung Kembang, eh tahunya pohon jenis kawe (kopi, red), jengkol, dan pohon lainnya yang ada di kebun saya ini semuanya sudah di tebang, dan ini adalah suatu tindakan perusakan,” kata Mamasim, Senin (20/11)

Diterangkan Mamasim, waktu dirinya menanyakan hal itu kepada Maruk yang di duga melakukan perusakan, ternyata ia menyatakan bahwa pohon yang ia tebang tersebut adalah tanah miliknya.

“Waktu saya menanyakan hal ini kepada beliau, apa jawab beliau. Jawabnya adalah tanah dan pohon yang ia tebang tersebut adalah miliknya. Bahkan sampai saat ini saya sudah melaporkan beliau kepada pihak berwajib untuk segera di proses secara hukum. Apalagi tindakan saudara Maruk sudah melanggar hukum terutama masalah perusakan,” bebernya lagi.

Untuk diketahui, lanjut Mamasim, tanah dan kebun miliknya itu adalah milik kakeknya yang bernama Ki Haji Badulah yang merupakan warga Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Timur. Di mana tanah dan kebun itu diwariskan dari turun-temurun, sampai ke Mamasim.

“Tanah dan kebun ini sudah diwariskan dari tiga keturunan, mulai dari Nineng (kakek, red), bapang saya dan saya. Eh tahu-tahu kok di rusak oleh orang yang mengatakan kebun itu adalah miliknya, apalagi surat  tanah dan kebunnya ini ada pada saya. Serta bukti tanahnya pun juga ada dengan saya,” tandasnya lagi.

Bahkan katanya lagi, lokasi kebun dan tanah milik Mamasim tersebut memang berada dengan perusahaan galian C. Tak hanya itu saja, kebun milik Mamasim juga di kontrakan untuk jalan bagi mobil perusahaan yang melintas.

“Iya, kebun ini juga saya kontrakan untuk jalan bagi mobil perusahaan yang melintas. Dimana saya kontrakan jalan ini sudah hampir 11 bulan. Dan Alhamdulillah setiap bulannya saya menerima dari perusahaan yang mengontrak kebun saya ini untuk akses jalan bagi mobil perusahaan sebesar Rp 2 juta,” terangnya.

Ia berharap pihak Polisi dapat mengusut kasus perusakan kebun di tanah miliknya tersebut.

“Iya harapan saya agar kasus perusakan kebun milik saya ini dapat diusut sampai tuntas. Apalagi hal ini sudah saya laporkan ke pihak berwajib,” tegasnya. (02)

Komentar

Rekomendasi Berita