oleh

300 Mahasiswa Masuk Unmura

LINGGAU POS ONLINE – Erwanto (32) bersama ratusan calon mahasiswa mengikuti tes potensi akademik untuk masuk Universitas Musi Rawas (Unmura), Rabu (7/8). Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pengemudi alat berat yang kerja sama dengan PT Serelaya Belani itu memilih Program Studi (Prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik.

“Saya termotivasi kuliah, untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Saya yakin, dengan ilmu dan titel (gelar, red) sarjana, kehidupan akan lebih baik,” jelas ayah satu anak itu, Rabu (7/8).

Rencananya, jika diterima masuk Unmura, Erwanto akan mengambil kelas Sabtu-Minggu. Sementara Senin-Jumat ia tetap bisa bekerja.

“Rumah saya di SP.9 Kecamatan BTS Ulu, kalau ambil kuliah reguler tidak mungkin. Perjalanan dari rumah ke Unmura butuh waktu 1,5 jam. Jadi cukup menyita. Sementara saya tetap harus kerja, jadi pilih kelas weekend,” terangnya.

Erwanto berharap bisa diterima di Unmura.

“Saya yakin bisa diterima di Prodi Teknik Sipil. Sebab, memang jurusan ini yang pas untuk mendukung tugas saya dibidang kontraktor. Menurut adik saya yang juga alumni Unmura, Teknik Sipil sesuai dengan tujuan saya untuk meningkatkan jenjang karier,” terang pria kelahiran tahun 1986 itu.

Sementara Rektor Unmura Prof. Dr. H Fakhrurrozi Sjarkowi, M.Sc melalui Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Unmura Betty Herlina menerangkan, Tes Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 ini sudah dilakukan sejak Juli 2019.

“Hari ini (kemarin,red) merupakan tes gelombang III. Diikuti 130 calon mahasiswa. Jadi kalau dikalkulasikan, ada 300 mahasiswa yang masuk Unmura tahun ini,” terang ibu yang juga menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unmura ini.

Tes Potensi Akademik (TPA) yang diadakan secara tertulis itu berisi soal IPA dan IPS.

“Jadi, yang mau ambil Prodi di Fakultas Pertanian, tesnya soal IPA. Kalau yang mau masuk Prodi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tesnya IPS. Waktu pengerjaan soalnya hanya 90 menit,” tutur Betty.

Setelah mengerjakan soal TPA, para calon mahasiswa ini mengikuti tes wawancara.

“Yang mewawancara ada beberapa dosen. Wawancaranya bertahap, satu per satu. Bersama saya (Betty Herlina), Bu Yenni Triana, Bu Neni Wahyuni, Bu Sumini, dan masih banyak lagi,” jelas Betty.

Selain ditanya tentang asal sekolah, keluarga dan motivasi memilih Prodi, para dosen pewawancara juga menanyakan pendapatan orang tua dan minat bakat calon mahasiswa. (lik)

Rekomendasi Berita