oleh

30 Ton Lumpur Diangkut

LINGGAU POS ONLINE – Sedikitnya 30 kubik lumpur di Intake Sungai Kelingi milik Perusahaan Daerah Air Minum-Tirta Bukit Sulap (PDAM-TBS) Kota Lubuklinggau berhasil diangkut. Pengerukan lumpur ini membuat PDAM-TBS Kota Lubuklinggau terpaksa menghentikan distribusi air ke rumah pelanggan beberapa jam lamanya.

Direktur PDAM-TBS Kota Lubuklinggau, Hj Ratna Machmud didampingi Kabag Teknik, Hadi Purwanto kepada Linggau Pos, Selasa (13/8) mengatakan pengerukan lumpur dimulai sejak pagi dengan menggunakan alat berat eskavator.

“Sedikitnya 30 kubik berhasil dikeruk,” kata Hadi Purwanto.

Ditambahkan Hadi Purwanto, sehari sebelumnya pipa di Intake Sungai Kelingi mengalami kerusakan langsung diperbaiki, Senin (12/8) distribusi air bersih ke pelanggan kembali normal. Namun Selasa (13/8) pagi, kembali dilakukan penyetopan distribusi untuk dilakukan pengerukan.

Banyaknya lumpur memengaruhi distribusi air bersih ke pelanggan, Hadi Purwanto meyakini pengerukan dilakukan untuk memberikan layanan prima ke pelanggan.

“Pengerukan bertujuan agar yang didistribusikan ke pelanggan tetap jernih, apalagi debet sumber air sudah mulai berkurang tentunya akan memengaruhi kualitas air. Untuk meminimalisir hal itu kami melakukan pengerukan,” jelas Hadi Purwanto.

Hadi Purwanto menegaskan bahwa pihaknya tetap mengupayakan agar distribusi air bersih ke pelanggan tetap berjalan, meskipun debet sumber air mengecil, salah satu caranya dengan menerapkan sistem gilir.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya mengakui sudah banyak menerima laporan masyarakat terkait buruknya layanan PDAM-TBS Kota Lubuklinggau. Ia meminta, manajemen PDAM-TBS Kota Lubuklinggau benar-benar mengoptimalkan layanan.

“Kalau sudah tahu kendalanya mesin rusak, segera antisipasi dengan mesin cadangan. Jangan sampai masalah seperti ini terus berlarut-larut,” pesan Rodi Wijaya.(nia)

Rekomendasi Berita