oleh

30 Pelaku Usaha Galon Belum Kantongi Izin

Terkendala Mahalnya Uji Laboratorium

LINGGAU POS ONLINE, WATERVANG – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau sebanyak 30 pelaku usaha galon atau Damiu belum kantongi izin. Banyak faktor yang menyebabkan keenggan pelaku usaha mengurus izin, salah satunya mahalnya biaya uji laboratorium sumber air.

Kadinkes Kota Lubuklinggau, Idris dampingi Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Eli Rosida dan Kasi Kesehatan Lingkungan, Firgus kepada wartawan, Minggu (14/1) mengatakan pelaku usaha Damiu di Kota Lubuklinggau sebanyak 101.

“Sudah kami periksa, 30 % masa berlaku izinnya habis, 30 % diantaranya malah belum mengantongi izin,” ucap Firgus.

Ditambahkan Firgus, berdasarkan pengakuan pelaku usaha izin untuk mengurus izin tersebut cukup sulit. Khususnya harus memiliki sertifikat pelatihan laik izin, dan uji laboratorium.

“Untuk pelatihan sebelumnya sudah kami lakukan dengan jumlah peserta mencapai 100 lebih peserta, memang harus uji laboratorium biayanya berdasarkan Perda dari Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu, jika kedua syarat itu sudah dikantongi maka Kadinkes Kota Lubuklinggau akan mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasi Kadinkes ini menjadi salah satu syarat keluarnya izin usaha Damiu dari Badan Perizinan,” jelas Firgus.

Berdasarkan Permenkes No. 492 Tahun 2010 ada empat item yang akan dilakukan uji lab, diantaranya bakteriologi, kimia, fisika, dan radioaktif. Pelaku usaha wajib melakukan uji laboratorium minimal setahun sekali.

Dan berdasarkan Permenkes No. 43 Tahun 2014 tentang Pemeriksaan Kualitas Air, pihak Dinkes Kota Lubuklinggau wajib melakukan pemeriksaan empat kali dalam satu tahun.

“Untuk tahun 2017 sudah kami lakukan pemeriksaan sebanyak tiga kali, yang triwulan keempatnya kita lakukan awal tahun ini,” tambah Firgus.(13)

Komentar

Rekomendasi Berita