oleh

3.000 Pelanggan PDAM Terancam Diputus

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap (PDAM-TBS) akan mengambil tindakan tegas terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran. Sanksi ini bakal dikenakan kepada 3.000 pelanggan PDAM TBS di Kota Lubuklinggau.

“PDAM TBS mengatakan, dari 19.000 pelanggan PDAM-TBS Kota Lubuklinggau lebih kurang 16.000 yang masih aktif. 3.000 diantaranya bakal diputus,” jelas Direktur PDAM-TBS Kota Lubuklinggau, Hj Ratna Machmud didampingi Kabid Layanan Pelanggan, Ujang, Kamis (3/5).

Pemutusan pelanggan ‘nakal’ ini akan dilakukan secara bertahap, bahkan telah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

Ia mengatakan, tahun 2017 lalu 200 pelanggan sudah diputus. Sedangkan untuk tahun 2018 baru 21 pelanggan.

“Kalau target kami, tahun lalu 500 orang pelanggan yang diputus. Tapi hanya tercapai 200 orang saja yang direalisasikan. Untuk tahun ini baru diputus 21 orang pelanggan, sebelum diputus kami memberikan surat pemberitahuan dari satu, dua bahkan tiga kali peringatan. Kebijakan itu terpaksa dilakukan PDAM TBS, sebab tunggakan mencapai Rp 4 miliar,” ungkap Ujang.

Menurut Ujang, beragam alasan pelanggan enggan membayar tagihan, salah satunya terkait pelayanan dan kualitas air.

Hal ini cukup disadari manajemen PDAM-TBS Kota Lubuklinggau, oleh sebab itu program peningkatan pelayanan menjadi prioritas.

“Alasan mereka banyak salah satunya terkait pelayanan kami, oleh sebab itu kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik agar pelanggan juga puas. Salah satunya dengan rutin melakukan pengurasan intake, penggantian alat sarana yang sudah tua untuk meminimalisir adanya ketidaklancaran distribusi,” ungkap Ujang. (07)

Rekomendasi Berita