oleh

27 Nyawa Melayang Akibat Lakalantas

CURUP – Sepanjang 2018 setidaknya ada 27 nyawa melayang akibat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas). Jumlah ini sama persis dengan kasus Lakalantas pada tahun 2017 yang juga menelan 27 nyawa akibat kecelakaan lalulintas.

“Ada 27 korban meninggal dunia dalam Lakalantas sepanjang 2018, jumlah ini sama dengan tahun 2017 lalu,” tegas Wakapolres Rejang Lebong, Kompol Hardidinata saat pers rilis di aula Polres Rejang Lebong, Jumat (28/12).

Dijelaskan Hardidinata, selain korban meninggal dunia akibat Lakalantas, ada penurunan tren kasus Lakalantas yang terjadi sepanjang 2018 dibandingkan dengan 2017.

“Kalau untuk jumlah Laka tahun 2017 sebanyak 63 kasus turun dari tahun sebelumnya yakni 87 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, untuk korban luka berat 2018 sebanyak 20 kasus, turun dari sebelumnya sebanyak 36 kasus, kemudian luka ringan 2018 sebanyak 65 turun dari sebelumnya sebanyak 74 kasus. Begitu juga dengan kerugian materil.

“2018 kerugian materil akibat Lakalantas sebanyak Rp191.700.000, sementara pada 2017 kerugian materil sebesar Rp348.700.000,” jelas Hardidintas didampingi Kasat Lantas, AKP Henry Hutasoit dan Kasat Reskrim, AKP Jery Nainggolan.

Sementara itu, untuk kasus kriminalitas terjadi di wilayah hukum Polres Rejang Lebong sepanjang 2018 kasus tertinggi yakni pada kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat).

“Untuk kriminal tertinggi Curat dengan jumlah kasus 57 kasus, kemudian disusul Narkoba 50 kasus, penganiayaan berat 46 kasus, kemudian Curanmor 29 kasus dan pencurian dengan kekerasan 28 kasus,” papar Hardidinata.

Ditambahkan Hardidinata, kasus kriminal lainnya yang masuk 10 besar yakni kasus perlindungan anak sebanyak 23 kasus, kemudian senjata tajam 25 kasus, penggelapan dan pengeroyokan 27 kasus serta KDRT 15 kasus.

Ditambahkan Kasat Lantas AKP Henry Hutasoit, untuk kasus Lakalantas terjadi di wilayah Rejang Lebong rata-rata pelanggar lalu lintas didominasi oleh kalangan warga yang berusia dibawah 21 tahun. (sam)

Rekomendasi Berita