oleh

26 Koperasi Tidak Aktif

LINGGAU POS ONLINE, BANDUNG KANAN – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Lubuklinggau, Rusmanidar mengungkapkan, hingga saat ini berdasarkan pendataan mereka, koperasi yang terdata sebanyak 181 unit koperasi. Yang aktif sebanyak 155, sedangkan sisanya 26 unit koperasi tidak aktif.

Ia menjelaskan, penyebab tidak aktifnya koperasi tersebut bermacam-macam, salah satunya manajemen koperasi yang minim, serta koperasi tersebut bangkrut.

“Data tersebut, berdasarkan pendataan yang kita lakukan terakhir. Hingga saat ini, Pemkot Lubuklinggau belum memiliki program pemberian bantuan untuk koperasi. Mengingat bantuan untuk koperasi dan Wirausaha Pemura (WP) langsung dari Kementerian Koperasi RI,” ungkap Rusmanidar, Senin (27/11).

Ditambahkan Rusmanidar, manajemen koperasi harus selektif dalam menentukan anggota, selain itu meningkatkan daya jual koperasi, gencar melakukan promosi.

Serta menerapkan sistem Good Corporate Governance (GCG), GCG merupakan suatu sistem pengelolaan perusahaan yang mncerminkan hubungan yang sinergi antara manajemen dan pemegang saham, kreditor, pemerintah, supplier,dan stakeholder lainnya, serta memahami kondisi internal koperasi.

“Ya,manajemen koperasi harus selektif dalam menentukan anggotanya,untuk dapat meningkat daya jual koperasi,agar tidak bangkrut,” tuturnya

Sampai saat ini di Kota Lubuklinggau belum ada koperasi yang ilegal,semuanya resmi hanya saja banyak yang tidak aktif saja.

“Kalau koperasi ilegal saat ini belum ada, mengingat berdirinya koperasi tentunya melalui badan hukum. Selain itu, prosesnya juga melalui notaris dan disahkan notaris,” cetusnya.

Ia menambahkan, pihaknya yang kini beralamat di Jalan Garuda Merah, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat II siap memberikan informasi terkait koperasi dan UKM. (CW01)

Komentar

Rekomendasi Berita