oleh

23 Oknum Diringkus BNN

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau sepanjang tahun 2017 telah menangkap 23 tersangka diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.

Dari 23 orang tersebut terdiri dari berbagai macam latar belakang pekerjaan.

“Baik warga sipil, karyawan swasta, karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), wiraswasta, buruh, tukang ojek. Bahkan Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasubag Umum, Apandi, Kamis (21/12) saat press rilis di kantor BNN Lubuklinggau.

Edy Nugroho menjelaskan adapun 23 orang yang diringkus terdiri dari 5 karyawan swasta, 1 karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), 10 wiraswasta, 2 buruh, 1 tukang ojek, 1 turut orang tua serta 3 Aparatur Sipin Negara (ASN).

“Selain itu ada 46,56 gram sabu, 10 butir ekstasi dan 1.590,78 gram ganja disita selama satu tahun,” jelas Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho.

Lebih lanjut, AKBP Edy sapaannya menjelaskan, kemudian selama setahun ada sekitar 109 orang yang dilakukan perehabilitasi di BNN Lubuklinggau.

Tentunya dengan rincian, rawat jalan di klinik Pratama Sebiduk Semare BNN Kota Lubuklinggau sebanyak 85 orang, rawat inap Loka Kalianda Lampung 16 orang, rawat inap Balai Besar Rehabilitasi Lido Bogor 4 orang, rawat inap Yayasan Mitra Mulya Palembang 3 orang dan rawat inap di Yayasan Asyifa Alif Ar Rahman 1 orang.

Dari 109 orang dilakukan rehabilitasi terdiri dari 5 ASN, 5 Polri, 2 Kepala Desa, 27 Karyawan Swasta, 6 wiraswasta, 5 honorer, 4 buruh, 8 Tani, 4 Mahasiswa, 5 pelajar, 3 Ibu Rumah Tangga, 35 Pengangguran.

“Semuanya dilakukan rehabilitasi BNN lantaran diduga menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” ucap AKBP Edy.

AKBP Edy menambahkan, selain itu kami juga melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat untuk meminimalisir jumlah penyalahgunaan narkoba di wilayah Lubuklinggau dengan tiga sasaran yakni di lingkungan Pendidikan, Masyarakat dan Pemerintah.

Adapun pencegahan dilakukan dengan cara menyosialisasikan narkoba, tes urine serta rehabilitasi. Sebanyak, 3448 peserta Lingkungan Pendidikan, 32.888 peserta Lingkungan Masyarakat serta 914 peserta Lingkungan Pemerintahan.

“Ini semua dilakukan tidak lain untuk pencegahan penyalagunaan narkoba. Namun kami tekankan pada 2018 akan difokuskan kepada ASN baik pencegahan, pembinaan hingga pemberantasan,” tutupnya.(16)

Komentar

Rekomendasi Berita