oleh

2020 Kemenag Musi Rawas Bentuk Satgas Halal

LINGGAU POS ONLINE- Januari 2020 ini Kantor Kementerian Agama (Kemenag) sudah menerima pengajuan sertifikat halal. Bidang Penyelenggara Syariah Kemenag Musi Rawas (Mura), Soerya Wirawan mengatakan semua pengajuan akan diterima. Selanjutnya, berkas pengajuan tersebut diajukan ke Kemenag Kakanwil Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sambil menunggu biayanya pengajuannya. Semua pengajuan langsung kita laporkan ke Kanwil,” katanya.

Sebab, saat ini belum keluar terkait aturan besarnya biaya pengajuan sertifikat halal. Karena, setiap tahun kemungkinan akan berubah. “Terkait syaratnya, belum masih kita verifikasi dulu,” ungkapnya.

Bahkan, nantinya bidang penyelenggara syariah Kemenag pada 2020 ini menjadi penyelenggara zakat wakaf. Kemudian, tugas tambahannya melayani pengajuan sertifikat halal.

“Akan dibentuk Satgas Halal, dan ini tugas tambahan dari penyelenggara zakat wakaf,” jelasnya.

Mengenai syarat sertifikat halal, alurnya setelah diajukan ke Kemang, mereka akan berkoordinasi dengan BPOM dan MUI. Setelah itu, kembali lagi ke Kemenag.

“BPOM melaksanakan tugasnya, begitupun dengan MUI menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Setelah itu, kalau memenuhi syarat sertifikat halalnya akan keluar,” katanya.

“Prinsipnya, kami Satgas Halal Kabupaten Mura tidak akan mempersulit pengajuan sertifikat halal. Semuanya akan diproses sesuai aturan yang berlaku,” timpalnya.

Memang, selain perizinan usaha, sertifikat halal jadi hal wajib dimiliki sebuah usaha kosmetik dan kuliner. Pencantuman label halal ini penting, tidak hanya untuk konsumen, tapi juga untuk para produsen.

Label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen. Juga, sebagai jaminan untuk mereka kalau produk yang mereka konsumsi tersebut aman dari unsur yang tidak halal dan diproduksi dengan cara halal dan beretika.

Untuk produsen, label halal ini berfungsi dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk-produk mereka. Produk yang bersertifikat halal juga jadi memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding produk yang tidak mencantumkan label halal di produknya.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita